oleh

Walau Jarak Dibawah 500 M, Warga Perumnas Depok Banyak Tidak Diterima SMAN 1

POSKOTA.CO – Kisruhnya tata cara Pendaftaran Penerimaan Didik Baru (PPDB) terlebih ingin masuk ke Sekolah Menenfah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri yang beberapa tahun berlaku terlebih di wilayah Jabodetabek melalui sistem zonasi hendaknya dikembalikan lagi ke sistem NEM karena hampir setiap tahun terjadi masalah baik terkait numpang Kartu Keluarga (KK), titip menitip hingga jual beli bangku.

“Maraknya aksi protes orang tua murid atau warga yang ingin mendaftarkan anaknya melanjutkan ke SMA/SMK Negeri tiap tahun dengan sistem zonasi harus mendapatkan perhatian serius Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar bahkan Gubernur Jabar,” kata Dadan, warga RW 04, Kelurahan Depok Jaya, Pancoran Mas, Rabu (13/7).

Sitem zonasi dengan mengambil jarak sekolah dengan rumah atau tempat tinggal calon siswa hanya 400 meter atau kurang dari 500 meter di Kota Depok menggunakan WEB ternyata tidak sesuai fakta aturan sebagai contoh hampir sebagian besar warga Perumnas Depok Satu, Kelurahan Depok Jaya kesulitan bahkan tidak diterima di SMA N 1 Depok walaupun lokasi berada di lingkungan Perumnas Depok Satu tapi yang diterima dari luar kelurahan seperti warga Kelurahan Depok, Mampang, Sukmajaya, Pondok Cina bahkan di luar Kecamatan Pancoran Mas dengan jarak lebih dari 1 hingga 2 Km.

Menurut dia, sekolah negeri yang ada di kelurahan harus memprioritaskan warga di lingkungan RW yang ada bukan di luar kelurahan. “Jika kuota masih banyak baru membuka kesempatan bagi calon siswa di luar kelurahan setempat,” katanya yang mengaku kecewa anaknya tidak masuk SMA N 1 Depok walaupun jarak hanya 450 meter.

Hal senada dikatakan Imam, warga Jalan Semangka, Perumnas Depok Satu, yang berharap sistem zonasi dinilai menambah kekecewaan warga atau orang tua murid yang rumahnya berdekatan dengan SMA N 1 Depok.

“SMA N 1 Depok lokasinya berada di RW dan rumah kami berada di RW 02 kalau ditarik garis lurus hanya berjarak 400 meter ternyata anaknya tidak diterima,” tuturnya kesal.

Kekesalan dan kekecewaan warga di Perumnas Pertama Depok Saru sangat beralasan karena SMA N 1 Depok lokasi berada di Perumnas Depok Baru namun kebanyakan siswa yang diterima baik jalur atau sistem prestasi maupun zonasi dari luar Kelurahan Depok Jaya bagikan di luar Kecamatan Pancoran Mas dengan jarak mencapai 1 hingga 2 Km, katanya.

Kisruhnya penerimaan siswa baru di Kota Depok terlebih tingkat SMA/SMK Negeri, imbuh dia, selain jumlah lulusan SMP dengan jumlah keberadaan sekolah sangat jauh juga tidak lepas dari kurang pas nya penggunaan jalur zonasi atau jarak sekolah dengan tempat tinggal calon siswa. “Pemkot Depok harus mengajukan atau meminta pemerintah pusat maupun provinsi Jabar menambah pembangunan gedung SMA/SMK negeri,” tuturnya. (anton/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *