oleh

Usai Tiga Kali Penataan, Kawasan Terminal Pulo Gadung Kini Lebih Rapi dan Longgar

JAKARTA – Belakangan ini kawasan Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur, tampak lebih rapi dan longgar. Kondisi ini membuat masyarakat lebih nyaman setiap melintas kawasan tersebut karena tidak lagi terganggu kemacetan maupun aktivitas pedagang kaki lima liar.

Rudy, salah satu warga yang tiap hari lewat di ujung Jl Perintis Kemerdekaan memuji tindakan tegas jajaran Pemprov DKI Jakarta menertibkan Terminal Pulo Gadung. “Kawasan terminal ini sekarang terasa longgar karena puluhan bangunan luar susah dibongkar. Sehingga dari pintu gerbang ke jalan raya jadi terasa longgar,” kata Rudy di Jl Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur, Selasa (25/11).

Rudy yang sehari-hari rutin menggunakan transportasi unum mengakui, kondisi terminal kini jauh lebih baik hingga semakin memberikan rasa nyaman dan aman. “Senang sekali Terminal Pulo Gadung sudah makin tertata, lebih nyaman dan aman. Masukan dari saya supaya penerangannya bisa ditambah,” ujarnya.

Secara terpisah Kepala Terminal Pulo Gadung, Suratman mengatakan, penataan dilakukan secara bertahap. Sejak tahun 2023 sudah dilakukan tiga tahap penataan skala sedan dan besar. “Penataan dimulai dari area bekas terminal bus antar kota antar provinsi (AKAP) hingga penertiban puluhan bangunan liar yang dijadikan hunian dan kontrakan,” kata Suratman.

Puluhan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air juga sudah ditertibkan. Kemudian, untuk saluran air telah dinormalisasi oleh Satpel Sumber Daya Air Kecamatan Pulo Gadung. Menurutnya, penataan juga dilakukan terhadap lapak pedagang kaki liman (PKL) liar di akses keluar terminal di dekat pos polisi, sehingga kawasan tersebut kini terlihat lebih baik dan nyaman.

“Hingga saat ini, sebanyak 150 pohon telah ditanam di area terminal. Pohon bantuan dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota tersebut terdiri dari jenis Alpukat, Matoa, Rambutan, Durian, dan Mangga,” ungkapnya.

Suratman menambahkan, sarana dan prasarana di Terminal Pulo Gadung akan terus dilengkapi untuk memberikan kenyamanan dan keamanan, khususnya pengguna transportasi umum. “Kami juga sudah mengusulkan perlunya penambahan CCTV untuk antisipasi gangguan Kamtibmas,” tandasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *