JAKARTA – Di tengah hangatnya suasana Ramadan 1447 H/2026, Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti kembali membuktikan komitmen sosialnya. Mengusung semangat ‘Cerdas Berbudi Luhur’, yayasan ini menggelar aksi kemanusiaan maraton dengan menyalurkan santunan bagi anak yatim, duafa, dan lansia di berbagai wilayah Jakarta.
Kegiatan rutin tahunan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan sektor industri untuk merangkul masyarakat prasejahtera.
Sentuhan Kasih di Dua Panti
Tahun ini, tim Budi Luhur Cakti menyambangi Yayasan Panti Asuhan Al-Munasharoh dan Panti Asuhan Al-Muhajirin. Kehadiran tim disambut penuh haru dan keceriaan. Bantuan yang diberikan mencakup paket kebutuhan pangan hingga dana operasional panti guna meringankan beban pengelola di penghujung bulan suci Ramadan.
Aksi ini tampil lebih kuat berkat kolaborasi melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah mitra strategis yang memiliki visi serupa dalam memuliakan kemanusiaan.
Mengasah Kepekaan Sosial
Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., menegaskan, gerakan ini adalah implementasi langsung dari nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi institusi.
”Ramadan adalah momentum emas untuk mengasah kepekaan sosial. Kami ingin memastikan anak-anak panti dan para lansia merasakan kehadiran kami. Mereka tidak sendirian, ada tangan-tangan yang siap merangkul mereka,” ungkap Julian, dalam keterangan yang didapat media ini, Minggu (15/3/2025).
Julian menambahkan, kolaborasi lintas sektor melalui CSR adalah kunci untuk menciptakan dampak sosial yang lebih masif, luas, dan berkelanjutan.
Lebih dari Sekadar Angka
Bagi Budi Luhur Cakti, misi utama kegiatan ini adalah membangun ekosistem masyarakat dengan empati tinggi. Selain santunan, acara diisi dengan dialog hangat bersama para lansia dan sesi motivasi bagi anak-anak yatim agar tetap berani bermimpi besar meski di tengah keterbatasan.
Aksi nyata ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak lain untuk terus menebar kebaikan, menjadikan Ramadhan bukan hanya ritual ibadah, tapi juga festival kepedulian sesama. (*/aga)







Komentar