DEPOK – Keberadaan Taman Secawan di Jalan Salak Raya, Perumnas Depok Satu, Jembatan Simpang Sengon dan pelebaran pertigaan Jalan Raya Pitara resmi dapat dipergunakan masyarakat Kota Depok.
“Tolong jaga dan rawat keberadaan Taman Secawan Jalan Salak Raya termasuk jembatan Simpang Sengon, masyarakat tanpa harus ada corat coretan atau lainnya agar terlihat bersih dan bagus,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat meresmikan Taman Secawan Depok, Kamis (28/12). Ikut mendampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Depok, Citra Indah Yulianty dan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkin) Depok, Dadan Rustandi.
Kehadiran atau keberadaan Taman Secawan Depok merupakan usulan masyarakat sekitar, agar lahan yang sedikit dapat dirubah menjadi taman bermain serta memelihara kali bagian tengah atau irigasi dari sampah buangan dan lainnya.
Menurut dia, dinamakan Taman Secawan Depok karena lahan memang tidak terlalu besar, diumpakan secangkir atau secawan, tapi ditata dengan baik mulai adanya jalur sepeda, kursi bersantai, air mancur, jembatan penyeberangan orang (JPO) transparan hingga pagar stenlis, baik sisi pinggir jalan Sawangan Raya maupun jalan Salak Raya. “Jaga dan rawat taman maupun fasilitas lain yang ada untuk kenyamanan dan keindahan kawasan sekitar,” kata Muhammad Idris.
Kepala DPUPR Depok, Citra Indah Yulianty, menambahkan Taman Secawan Jalan Salak Raya memang dilengkapi berbagai sarana bersantai dan bermain, termasuk adanya JPO transparan atau menara pandang yang memiliki ketinggian 4,5 meter dengan panjang 58 meter dan berkapasitas 60 hingga 70 ton.
“Mampu menampung 50 hingga 80 orang untuk melewati JPO di atas Jalan Salak Raya,” ujarnya. Dia mengaku pembangunan ini baru tahap pertama, nantnya akan dilanjutkan dengan penataan serta pemasangan pagar pinggir kali bagian tengah hingga ke jalan Mujair, Perumnas Depok Satu.
Sedangkan, Kepala Disrumkim Depok, Dafan Rustandi, mengakui jembatan Simpang Sengon dikerjakan sebagai salah satu upaya mengurangi kemacetan yang terjadi di Simpang Sengon setiap hari. “Jembatan dan jalan Raya Simpang Sengon terlalu sempit sehingga kerap terjadi penumpukan kendaraan hingga membuat.antrean panjang terlebih saat hari libur,” katanya. (anton/ta)








Komentar