oleh

Tak Perlu Takut Radiasi, Laser Dapat Jadi Alternatif untuk Berbagai Indikasi Penyakit

POSKOTA.CO – Dalam perkembangan dunia kedokteran, laser telah digunakan sebagai metode untuk menangani banyak masalah kesehatan dan estetika. Penggunaan laser sebagai tindakan non operatif juga dapat memberikan kenyamanan dan pilihan baru bagi pasien.

Hal tersebut dikemukakan dr. Martha M.L. Siahaan, MARS MHKes, CEO RS Premier Bintaro pada Giant Webinar dengan Tema Inovasi Tindakan Laser dalam Dunia Kedokteran yang berlangsung Sabtu (11/9/2021).

“Tindakan laser tidak terbatas hanya pada pelayanan kesehatan kulit. Banyak sekali indikasi dari laser multiplatform yang saat ini dikembangkan dunia kedokteran,” katanya.

Seperti di Rumah Sakit Premier Bintaro,laser, lanjut dr Martha, bukan hanya untuk kasus-kasus dermatologis, namun juga untuk kasus lainnya. Mulai dari bidang Ilmu Kandungan dan Kebidanan, THT, perawatan luka bahkan juga untuk masalah pembuluh darah  seperti varises dan lain sebagainya.

Tapi tidak dipungkiri, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui lebih dalam mengenai penggunaan laser dan manfaatnya dalam dunia kedokteran, bahkan mungkin banyak juga yang merasa ‘takut’, karena radiasi misalnya.

Karena itulah, dalam rangka roadshow menuju HUT RS Premier Bintaro yang ke-23 yang akan jatuh pada tanggal 12 Oktober mendatang, RS Premier Bintaro, RS Premier Bintaro bekerjasama dengan PERSI, IDI, IAMARSI, IKAMARS DPD Jabodetabek, IKLASI (Ikatan Kedokteran Laser Indonesia), Mandiri Inhealth, Telkom Indonesia, Admedika, dan Prudential menyelenggarakan Giant Webinar dengan menampilkan sejumlah narasumber yang sangat kompeten. Mereka adalah dr. Amaranila Lalita Drijono, MD (Derms), FINS-DV, FAA-DV (Chairman of Indonesian Society of Laser Dermatology dan Spesialis Kulit dan Kelamin RS Premier Bintaro), dr. R. Suhartono, Sp.B(K)V, (Spesialis Bedah Vascular RS Premier Bintaro), dr. Natalia Wahyudi, FINS-DV, FAA-DV (Praktisi Skin & Laser) dan dr. Budi Suhendar, DMF, Sp.F (Ketua IDI Banten)

Ketua Umum IDI Daeng M Faqih dalam sambutannya menjelaskan teknologi laser menjadi bagian dari inovasi bidang kedokteran yang telah banyak digunakan oleh rumah sakit di dunia. Ia juga menyebut bahwa teknologi rumah sakit di Indonesia sudah cukup tertinggal dibanding rumah sakit di negara lain.

Karena itu, ia mendorong agar rumah sakit di Indonesia mengejar ketertinggalan teknologi tersebut. “Ke depan, layanan kesehatan membutuhkan kecepatan, dan teknologi menjadi sebuah keniscayaan,” katanya.

Sementara itu, dr. Amaranila Lalita Drijono, MD (Derms), FINS-DV, FAA-DV (Chairman of Indonesian Society of Laser Dermatology dan juga merupakan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Premier Bintaro dalam paparannya menyebutkan merawat kesehatan kulit paripurna dan meningkatkan kualitas hidup melalui estetika kulit yang baik kini dapat dicapai dengan menggunakan teknologi laser. Penggunaan teknologi laser memungkinkan pengobatan lebih aman, efektif serta masa pemulihan yang lebih cepat.

Selain Ketua Umum IDI, Webinar tersebut juga dihadiri dr. Kuntjoro Adi Purjanto, MKes (Ketua PERSI), dr. Hariyadi Wibowo, SH MARS (Ketua IKAMARS FKM UI & IAMARSI) dan dr. Abraham Arimuko, Sp.KK MARS MH (Ketua Umum Ikatan Kedokteran Laser Indonesia). (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *