JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta membangun tempat pengolahan sampah modern dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di atas lahan seluas 7,8 hektar di RW 09 Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Peletakan batu pertama sebagai awal dimulainya proyek dengan alokasi anggaran Rp 1,208 triliun dilakukan oleh Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono, Senin (13/5).
Heru menyatakan pembangunan RDF Rorotan merupakan tempat pengolahan sampah terbesar kedua setelah Bantar Gebang. “Sebelumnya Pemprov DKI sudah membangun RDF Bantar Gebang dan kini RDF Rorotan. Fasilitas ini bisa mengolah sekitar 2.200 ton sampah tiap harinya,” kata Heru didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto, Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, dan segenap pejabat Forkopimda DKI Jakarta.
Sebagaimana teknologi pengolahan sampah modern, termasuk RDF Rorotan sangat ramah lingkungan. “RDF ini sangat minim menimbulkan bau tak sedap. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada akhir 2024 dan awal tahun 2025 sudah siap dioperasikan untuk mengolah sampah dari 16 kecamatan di Jakarta. Mohon doa restu dari seluruh warga agar pembangunan berjalan lancar dan sesuai target,” harap Heru.
Heru menambahkan bahwa untuk saat ini pembangunan RDF merupakan langkah paling tepat bagi Pemprov DKI yang tidak punya lagi lahan yang cukup luas. “Selain tidak punya lahan yang luas, Pemprov DKI juga terbatas masalah anggaran sehingga tidak mungkin lagi memberikan tipping fee seperti di TPST Bantar Gebang. Ada kemungkinan entah berapa tahun ke depan, Pemprov DKI juga akan membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Pulau Seribu mengikuti langkah maju negara Jepang dan Singapura,” tandasnya.
Asep Kuswanto menambahkan RDF Rorotan yang berlokasi di sebelah TPU Rorotan tiap hari akan mengolah sampah sebanyak 2.200 ton dari 16 kecamatan dengan rincian enam kecamatan dari seluruh wilayah kota Jakarta Utara, empat kecamatan dari sebagian wilayah Jakarta Pusat, dan enam kecamatan dari sebagian wilayah Jakarta Timur. “Keberadaan RDF Rorotan akan mengurangi beban operasional TPST Bantar Gebang secara signifikan,” papar Asep sambil menambahkan timbulan sampah di Jakarta tiap harinya berkisar antara 7.500 dan 8 ribu ton.
Bangunan dan peralatan yang digunakan pada RDF Rorotan didesain semaksimal mungkin ramah lingkungan. “Bangunan didesain tertutup dan seluruh angkutan sampah menggunakan truk kompaktor yang juga tertutup sehingga tidak menimbulkan bau tak sedap. “Di area ini juga akan dilengkapi fasilitas olahraga dan masjid yang terbuka untuk umum,” papar Asep. Konsep pembangunan RDF Rorotan juga berorientasi pada support pariwisata. “Jadi di tempat ini juga nantinya bisa dijadikan sebagai wisata edukasi lingkungan hidup bagi masyarakat,” pungkasnya. (jo)







Komentar