oleh

Selain untuk Berobat Gratis, KDS Multiguna bagi Warga Depok

POSKOTA.CO – Kehadiran Kartu Depok Sehat atau KDS yang dapat dipergunakan masyarakat Kota Depok jika pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Mohammad Idris-Imam Budi Hartono terpilih dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2020 atau memimpin di periode 2021-2026 mendatang, tidak hanya memberikan warga berobat gratis, namun multiguna atau ada tujuh manfaat lainnya untuk masyarakat Depok.

“Yang jelas program KDS atau Kades program paslon Idris-Imam memiliki manfaat multiguna untuk wong cilik maupun warga prasejahtera, jadi bukan hanya berobat gratis, tapi ada tujuh manfaat,” ujar satu anggota Tim Pemenangan paslon nomor urut 2 Idris-Imam, H Mutaqin, Kamis (26/11/2020).

Warga Depok yang mendapatkan KDS dan berobat gratis nantinya, karena pemilik KDS itu iuran BPJS-nya sudah dibayarkan oleh pemerintah dan masuk dalam program Penerima Bantuan Iuran (PBI). Namun, selain dapat dipergunakan untuk berobat gratis juga dapat digunakan untuk menerima bansos, bantuan siswa miskin dan berprestasi, perbaikan RTLH, santunan kematian, bantuan pelatihan, diskon belanja khusus dan lainnya.

Menurut Mutaqin, pemegang KDS atau Kades ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian yang akan meningkatkan taraf hidupnya dan masuk kekelompok keluarga sejahtera serta tidak perlu lagi mendapatkan KDS selanjutnya.

Diharapkan pemegang KDS ini bisa meningkatkan ekonominya sehingga masuk kelompok keluarga sejahtera, dan tidak perlu lagi mendapat KDS.
Sebelumnya, calon wakil wali kota Depok Imam Budi Hartono, mengatakan program Kades yang akan diluncurkan saat terpilih nanti dalam pilkada serentak mendatang anggarannya berasal dari APBD Kota Depok dibantu APBD Provinsi Jawa Barat.

“Mereka yang memperoleh Kades atau KDS dalam satu kartu keluarga atau KK hanya satu orang atau satu nama,” ujarnya sembari menambahkan, khususnya warga kurang mampu atau miskin.

Ketujuh manfaat KDS ini antara lain, mendapatkan bea siswa mahasiswa berprestasi, bantuan renovasi rumah tidak layak huni, bantuan pendidikab wajib belajar 12 tahun, santunan kematian, pelatihan ketrampilan bantuan usaha, penyaluran tenaga kerja dan jaminan kecelakaan kerja serta lainnya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *