oleh

Sejumlah Wilayah di Tujuh Kecamatan di Kabupaten Bogor Alami Longsor Akibat Hujan Deras

BOGOR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan sejumlah kejadian bencana dalam periode pemantauan 19 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 20 April 2026 pukul 07.00 WIB. Salah satu peristiwa yang mendapat perhatian adalah tanah longsor di wilayah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Menurut Abdul Muhari, Ph.D. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, peristiwa longsor tersebut terjadi pada Jumat (17/4) malam setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.

Kondisi tanah yang jenuh air menyebabkan beberapa titik mengalami longsor. Bencana ini berdampak pada tujuh kecamatan dan tujuh desa, yaitu, Kecamatan Cijeruk (Desa Tanjungsari), Kecamatan Nanggung (Desa Curugbitung), Kecamatan Tenjolaya (Desa Tapos I), Kecamatan Cigudeg (Desa Cigudeg), Kecamatan Ciomas (Desa Laladon) dan Kecamatan Megamendung (Desa Sukakarya), serta Kecamatan Sukajaya (Desa Pasir Madang).

Sebanyak 15 kepala keluarga atau 55 jiwa tercatat terdampak. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.

Kerugian materiil yang tercatat meliputi, dua rumah mengalami kerusakan ringan, satu rumah mengalami kerusakan sedang, tiga rumah lainnya terdampak.

“Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang terjadi tetap memerlukan penanganan lebih lanjut,” kata Abdul dikutip wartawan media ini Senin (20/4/2026).

Ia menegaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama BPBD Kabupaten Bogor langsung melakukan koordinasi dan penanganan di lapangan.

Langkah yang dilakukan mencakup, asesmen dan pendataan dampak bencana, analisis kondisi lokasi terdampak, penanganan darurat sesuai prosedur kebencanaan, edukasi kepada masyarakat terkait potensi bencana susulan.

Abdul mengatakan, penanganan bencana ini masih mengacu pada kebijakan status siaga darurat yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626.BPBD/2025.

“Status tersebut berlaku sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026, mencakup potensi bencana banjir, cuaca ekstrem, abrasi, dan longsor,” tegasnya.

Saat ini, material longsor telah dibersihkan secara gotong royong oleh warga bersama petugas. Akses jalan dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak mulai kembali normal.

Pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi, guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan. (yopy/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *