oleh

Sasar Bapak-bapak yang Antar Istri Belanja, Pasar Rawamangun Hadirkan Kedai Kopi Bemo

JAKARTA – Pasar Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, kini menyiapkan sebuah kedai kopi di tengah menjamurnya kafe yang menyajikan kopi untuk anak-anak muda. Mereka menyasar para bapak-bapak yang mengantar istri ke pasar bisa dengan tenang menunggu sambil menikmati kopi dengan berbagai varian.

Kedai Kopi Bemo yang hadir sejak awal Januari lalu kini menjadi bagian dari destinasi bagi pecinta kopi dengan harga terjangkau. Kedai yang berada di lantai satu Pasar Rawamangun, siap menyajikan racikan aneka biji kopi nusantara berkualitas yang tak kalah dengan kafe lain yang kini semakin menjamur.

Pemilik Kedai Kopi Bemo, Edward Nurjadi, 50, mengatakan, kedai kopi bemo didirikan dengan tujuan agar semua kalangan termasuk menengah ke bawah dapat menikmati kopi berkualitas. “Kalau saya lebih menyasar ke pangsa pasar yang ada di layaknya pasar tradisional. Makanya harganya kita di bawah, itu karena sasarannya middle low,” katanya, Rabu (21/1/2026).

Menurut Edward, di tempatnya para pelanggan dapat menikmati suguhan kopi berkualitas dengan harga berkisar Rp8 ribu untuk Espresso hingga Rp25 ribu untuk V-60. Rasa kopi yang disajikan pun tidak perlu diragukan karena sebelum membuka kedai, Kopi Cap Bemo awalnya toko di Pasar Rawamangun yang sejak 1965 khusus menjual biji kopi nusantara.

“Setiap hari banyak pembeli di Pasar Rawamangun yang usai berbelanja sembako dan kebutuhan sehari-hari lain sengaja singgah untuk minum kopi,” ujar Edward. 

Bahkan banyak juga warga, hingga pekerja kantor di sekitar Rawamangun yang sengaja datang ke Kedai Kopi Bemo meskipun tidak berbelanja di Pasar Rawamangun. “Saya juga tidak menyangka orang-orang yang dari luar cuma datang untuk ngopi. Tadi saya pikir hanya kalangan orang yang datang ke pasar, ternyata banyak yang hanya untuk ngopi,” tutur Edward.

Sementara itu, Kepala Pasar Rawamangun Alvi Rahim menambahkan, kehadiran kedai kopi legendaris ini menjadi napas baru yang menghidupkan kembali gairah Pasar Rawamangun, sekaligus menjadi pemantik optimisme bagi para pedagang yang sempat lesu dalam beberapa tahun terakhir. 

“Hal ini membuktikan bahwa pasar tradisional kini telah bertransformasi; tidak sekadar tempat transaksi komoditas pangan, tetapi juga sebagai destinasi kuliner dan ruang edukasi cita rasa kopi nusantara, yang pada akhirnya mempertegas posisinya sebagai ikon baru kebanggaan masyarakat,” ungkap Alvi. (Ifand/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *