JAKARTA – Dalam rangka menyambut HUT ke-500 Kota Jakarta, Pemprov DKI merevitalisasi Taman Semanggi yang berada di bawah Jembatan Semanggi persimpangan Jl Sudirman dan Gatot Subroto, Kelurahan Gelora, Tanah Abang. Taman seluas 6,5 hektar itu akan dipercantik dengan berbagai fasilitas publik yang menghabiskan anggaran Rp 134 miliar.
Kegiatan revitalisasi yang dimulai pada Jumat tanggal 20 Februari ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan. Rencananya, Taman Semanggi yang dibangun tahun 1962 di era Presiden RI Soekarno bisa diresmikan pada tanggal 22 Juni 2027 bertepatan dengan HUT ke-500 atau Lima Abad kota Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan Taman Semanggi diproyeksikan menjadi etalase baru sekaligus ikon ruang publik hijau yang modern. “Mudah-mudahan revitalisasi bisa rampung sesuai target dan pada tanggal 22 Juni tahun 2027 sudah bisa diresmikan. Jadi, nanti Jakarta akan bertambah etalase baru Taman Semanggi,” ujar Pramono, Sabtu (21/2).
Pramono menekankan mpat helai daun Semanggi yang melambangkan fungsi, konektivitas, transformasi, serta estetika, kini akan diperkuat melalui konsep regenerasi yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman. “Pemprov DKI Jakarta ingin tempat ini bisa menjadi ikonik, tempat yang semua orang bisa memanfaatkan dengan baik,” katanya.
Taman Semanggi memiliki luas sekitar 65 ribu meter persegi tersebar di empat sisi Simpang Susun Semanggi. Selama ini, kawasan tersebut cenderung bersifat pasif dan terfragmentasi oleh padatnya arus lalu lintas. “Kawasan tersebut akan diubah menjadi ruang publik aktif dan menjadi ruang konektivitas untuk mempermudah mobilitas dan aktivitas masyarakat,” jelas Pramono.
Pembangunan Taman Semanggi ini untuk mengaktivasi kembali berbagai fasilitas publik seperti area olahraga, plaza kegiatan, ruang komunal tanpa mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut. “Bagi siapapun apakah itu dalam kelompok apapun maupun pribadi bisa memanfaatkan tempat ini,” ucapnya.
Pramono menambahkan pembangunan butuh biaya sekitar Rp134 miliar dari swasta alias non-APBD. Proyek ini dijalankan berkolaborasi dengan pihak swasta, melalui skema pembiayaan kreatif berbasis hak penamaan. “Tentunya perusahaan yang mempercantik tempat ini, bisa mendapatkan hak manfaat dari Taman Semanggi nanti yang menjadi lebih baik,” tandas Pramono. (jo)








Komentar