DEPOK – Banyaknya bangunan atau gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang rusak atau sudah tua dikeluhkan masyarakat yang dikhawatirkan membahayakan siswa yang tengah belajar menjadi prioritas jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok untuk merenovasi secepatnya.
“Renovasi atau perbaikan gedung SDN maupun SMPN di Kota Depok tentunya menjadi skala prioritas kami saat ini,” kata Kepala Disdik Kota Depok, Hj. Siti Chaerijah Aurijah didampingi Sekretaris Disdik Depok, Sutarno kepada wartawan, Jumat (22/12).
Pihaknya tentunya memiliki tanggung jawab untuk menanggani kerusakan atau lainnya terhadap gedung SDN maupun SMPN di Depok tentunya melihat skala kerusakan jika gedung itu parah tentunya harus diusulkan terlebih dahulu atau berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Depok.
Menurut dia, renovasi atau perbaikan tentunya dilakukan di seluruh SDN dan SMPN yang mengalami kerusakan terlebih ada usulan atau kekhawatiran dari masyarakat maupun orang tua serta staf pengajar yang ada. “Yang pasti kami di jajaran Disdik Depok akan terus memperbaiki sarana maupun prasarana di dunia pendidikan sehingga siswa maupun staf pengajar nyaman dalam memberikan ilmu ke siswa,” tuturnya.
Ditambahkan, Sekdis Depok Sutarno, bahwa upaya memperbaiki sarana pendidikan baik SDN maupun SMPN tentunya ada tiga tahapan yang harus dilakukan dengan melihat kerusakan terhadap bangunan tersebut.
Ke tiga tahapan yang harus dilalui, ujarnya antara lain melihat kerusakan ringan atau dibawah 30 persen, kemufian 30 persen hingga 60 persen kerusakan dan kerusakan berat di atas 60 persen. “Jika kerusakan berat tentunya akan mengusulkan atau berkoordinasi dengan Disrumkim maupun dinas teknis lainnya untuk memperbaiki,” katanya.
Terkait masalah Sumber Daya Manusia (SDM) guru atau pengajar baik tingkat SDN dan di 34 SMPN Kota Depok kebanyakan menggunakan guru atau pengajar honorer, imbuhnya yang mengaku kekurangan guru PNS karena dalam setahun ini saja ada sekitsr 200 orang guru yang pensiun. “Walaupun banyak yang pensiun pihaknya berkomitmen bahwa proses belajar mengajar tetap menjadi prioritas jajaran Disdik Depok,” katanya. (anton/fs)







Komentar