oleh

Polda Minta Pengusaha Laporkan bila Ada Anggota Polri dan Ormas Minta THR

POSKOTA.CO – Masyarakat diminta untuk melapor jika ada pihak yang meminta tunjangan hari raya atau THR secara ilegal kepada pengusaha.

Permintaan itu disampaikan Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus. “Meminta THR dengan cara memaksa kepada pengusaha merupakan tindakan pidana. Tidak boleh meminta THR. Kalau ada silahkan laporkan ke kami,” kata Yusri, Sabtu (16/5/2020).

Yusril bahkan mengingatkan tidak hanya peroarngan maupun kelompok ormas saja, tetapi termasuk bila ada oknum polisi yang meminta THR akan diproses dan menghukum jika ada anggotanya yang berani meminta THR.

““Kalau memang ada polisi yang meminta THR laporkan. Polisi akan menangkap pihak yang memanfaatkan suasana menjelang lebaran untuk meminta THR. Polda Metro Jaya tidak segan menghukum anggotanya yang berani meminta THR kepada pengusaha,” janji Yusri.

Saat ini polisi telah menyelidiki informasi adanya ormas meminta THR di Bekasi, Jawa Barat. Setelah diselidiki, kata dia, yang meminta THR tersebut bukan ormas melainkan pihak yang mengatasnamakan diri sendiri. “Jadi minta atas nama pribadi, bukan ormas minta THR,” ujar dia.

Ketua Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta, Diana Dewi, seperti dikutip tempo.co mengatakan para pengusaha terbebani dengan adanya permintaan THR secara ilegal dari berbagai pihak.Tidak hanya datang dari organisasi masyarakat tapi juga dari Satuan Polisi Pamong Praja hingga pihak kepolisian.

“Setiap tahun menjelang lebaran ini pekerjaan rutin, mereka meminta THR,” kata Diana , Sabtu (16/52020).

Diungkap Diana, setiap pengusaha paling sedikit mendapat lima proposal permintaan THR dari ormas hingga lembaga swadaya masyarakat. Sedangkan, Satpol PP dan polisi datang langsung ke pengusaha untuk meminta bantuan.

Satpol PP, kata dia, meminta jatah THR karena melihat pengusaha mempunyai potensi membantu anggota mereka yang bertugas di jalan. Sedangkan, pihak kepolisian selalu meminta THR kepada pengusaha dengan alasan untuk membantu operasional selama Operasi Ketupat dan menyebutkan jumlah anggotanya yang bertugas.

“Pengusaha sudah menyediakan pos khusus untuk memberikan bantuan itu. Kami memang biasa berbagi dengan sesama,” ujarnya. (r)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *