oleh

Paslon Nomor Urut 2 Janji Uang Insentif RT di Depok Naik Menjadi Rp1 Juta/Bulan

POSKOTA.CO – Seluruh pengurus Rukun Tetangga (RT) di Kota Depok tahun 2021 mendatang bakal menerima insentif  menjadi  Rp 1 juta/bulan jika pasangan nomor urut 2 Calon Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono memenangkan Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

“Kami ingin meningkatkan insentif RT, RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) usulan sudah kami sampaikan ke DPRD dan saat ini sudah masuk dalam Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2021 melalui Banggar dan TAPD sesuai kemampuan APBD. Nanti Pak RT dapat Rp 1 juta sebulan,” kata Calon Wali Kota Mohhammad Idris saat kampanye di wilayah Kecamatan Sukmajaya, Rabu (30/9/2020).

Sejak tahun 2018 insentif pengurus RT sebesar Rp 1,8 juta/tahun dan naik tahun 2019 menjadi Rp 1,9 juta/tahun, tapi tahun 2021 mendatang tentunya dijanjikan naik Rp 1 juta/bulan. Bukan hanya pengurus RT saja namun kenaikkan juga akan dilakukan kepada pengurus RW dan LPM tentunya juga akan disesuaikan namun lebih tinggi dari pengurus RT.

Menurut dia, untuk pengurus RW tahun 2018 insentif Rp 2,2 juta/tahun naik ditahun 2019 menjadi Rp 2,4 juta/tahun dan pengurus LPM tahun 2018 sebesar Rp 2,7 juta naik sebesar Rp 2,8 juta/tahun termasuk kader posyandu dan lainnya sesuai yang tertuang dalam janji kampanye pasangan no 2 Idris – Imam.

Sebetulnya, imbuh dia, janji menaikkan insentif tersebut dilakukan melalui anggaran tahun 2020 dan RKPD tahun 2021 namun karena Kota Depok masih difisit Rp 800 miliar akibat kebutuhan belanja lebih besar dari pendapatan akhirnya tidak terlaksana. “Ternyata difisit tersebut dapat ditutupi dengan melakukan rasionalisasi hingga tersisa Rp 180 miliar hasil kolaborasi antara TAPD dan Banggar DPRD, bagaimana mencari kekurangannya atau melakukan rasionalisasi terhadap belanja kegiatan warga Kota Depok,” tambahnya.

Bahkan di tahun lalu insentif pembimbing rohani juga telah diberikan untuk 240 pembimbing rohani dari semua agama senilai Rp 400 ribu per bulan dan dibayarkan per tiga bulan sekali. Pemberian dan janji tersebut sebetulnya proporsional dengan jumlah penduduk warga beragama pembimbing rohani tentunya perlu ditambah atau ditingkatkan sebanyak 1000 hingga 2000 pembimbing rohani untuk semua agama yang menerima insentif. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *