oleh

Mulai Hari Ini Dukcapil Gunakan Kertas HVS A4 untuk Dokumen Kependudukan

POSKOTA. CO – Penggunaan kertas HVS A4 80 gram dalam penerbitan dokumen kependudukan dan pencatatan spil (Dukcapil) untuk di wilayah Kabupaten Bogor, hari ini mulai di berlakukan.

Melalui Kepala Bidang Pencatatan Sipil pada Disdukcapil Kabupaten Bogor, Trini Syahminan mengungkapkan, untuk pemberlakuan penerbitan terkait pencatatan sipil, mulai dari Akta kelahiran, perceraian bagi non-muslim, dan akta kematian dalam penerbitannya yang biasa menggunakan blangko khusus kini hanya gunakan kertas HVS putih ukuran A4.

“Sebenarnya kita untuk saat ini hanya bentuk blangkonya saja yang berbeda, kalau untuk tata cara mekanisme pendaftarannya masih sama seperti yang sebelumnya,” ujar Kabid Trini kepada wartawan.

Menurut Trini, perlu di informasikan kepada masyarakat, bahwa dengan sistem yang mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 109 tahun 2019 ini, dimana pemohon harus mencantumkan alamat email dan nomor telfon saat pengisian formulirnya.

“Meski di kertas formulir itu belum adanya kolom pengisian alamat email bagi pemohon, namun masyarakat sebagai pihak pemohonnya dapat mengisinya di sudut kanan atas pada formulir tersebut. Dan untuk kedepannya, kita akan sesuaikan untuk pengisian alamat di formulir tersebut dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Fungsi pencantuman alamat email menurut Trini, nantinya operator pencatatan sipil dalam permohonan penerbitan jenis akta akan mengirimkan berkas PDF ke masing-masing alamat email masyarakat yang menjadi pemohon.

“Apabila nanti pemohon yang mana namanya penerbitan dokumen capil itu hanya menggunakan selembar kertas putih HVS tersebut dianggap sangat riskan rusak. Nantinya fungsi dari berkas PDF ini ketika akte pemohon itu rusak atau sobek dapat kembali mengeprintnya kembali,” ujarnya.

Trini menjelaskan, dalam pencanangan penerapan aturan baru yang pencetakannya hanya menggunakan kertas HVS A4 80 gram itu, merupakan masa transisi untuk menuju pelayanan era digital.

“Kedepan, semua pelayanan sistem online dan inu untuk menuju era digital. Yang mana, dalam waktu dekat akan adanya alat pencetakan yang bernama layanan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) dimana masyarakat biaa mengeprint dialat tersebut tanpa perlu ribet-ribet menunggu lama seperti yang terjadi sekarang ini,” katanya.

Kepala Seksi Identitas Penduduk, Suparno menambahkan, selain pemberlakuan penerbitan di bidang pencatatan sipil yang kini menggunakan kertas HVS A4 80 gram berwarna putih, hal itu juga digunakan dalam pencetakan bagi pencetakan Kartu Keluarga (KK).

“Iya sama, kartu keluarga juga kita cetaknya menggunakan kertas HVS. Tidak lagi menggunakan kertas blangko berwarna biru yang seperti biasa digunakan,”ungkapnya.

Terpisah, salah satu pemohon dilokasi, Murni mengaku heran dengan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri RI.

Menurut dia, dalam pengurusan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di tahun ini terkesan pelayanan tersebut mengalami kemunduran.

“Aneh ya masa saya ngurus akta kematian sekarang kertasnya hanya menggunakan HVS biasa, beda dari sebelumnya yang menggunakan blangko khusus. Apa pemerintah dalam melayani masyarakat mengalami kemunduran,” kata Murni dengan nada tanya.

Baginya, penggunaan kertas HVS A4 80 gram itu akan sangat riskan rusak dan sobek bila mencetak dalam dokumen adminstrasi kependudukan bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

“Tapi kayanya bagusan saat menggunakan blangko khusus untuk pencetakan segala jenis akta karena bahannya beda dan tebal. Sementara, kalau hanya selembar kertas putih seperti ini, apabila terkena air sedikit juga akan sangat mudah luntur serta hilang tulisannya,” keluh Murni. (ymd/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *