oleh

Motif Pembunuhan Gilang di Perumnas 1 Cibodas Tangerang Terungkap, Pelaku Tersinggung Ucapan Kasar di Telepon

TANGERANG – Pepatah ‘mulutmu harimaumu’ tampaknya berujung petaka dalam kasus berdarah yang menewaskan Gilang di Jalan Lombok, Perumnas 1, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Gara-gara tersinggung ucapan kasar saat berbicara melalui telepon, MAF (27) nekat menusuk pria yang belum lama dikenalnya itu hingga tewas bersimbah darah.

“Pelaku mengaku tersinggung dan sakit hati karena korban berkata kasar saat berbicara lewat telepon,” ujar Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung, Iptu Dimas, saat dikonfirmasi Poskota Online, Selasa (16/6/2026).

Menurut Dimas, setelah terlibat adu mulut melalui sambungan telepon, pelaku mendatangi rumah Panji, sosok yang mengenalkan MAF kepada Gilang. Kedatangan pelaku awalnya bertujuan menyelesaikan persoalan tersebut.

Namun, setibanya di lokasi, korban ternyata juga berada di rumah saksi mata. Saat Panji masuk ke dalam rumah untuk mengambil air minum, pelaku dan korban kembali terlibat cekcok hingga berujung penusukan. “Disaat saksi mata masuk ke dalam untuk mengambil air, antara pelaku dan korban kembali cekcok mulut sehingga terjadi penusukan,” ungkap Dimas.

Akibat serangan itu, Gilang ambruk bersimbah darah setelah ulu hatinya tertusuk pisau. Korban tewas di lokasi kejadian. Sementara pelaku langsung melarikan diri usai melakukan aksinya. “Pelaku datang dengan membawa pisau. Awalnya berniat menyelesaikan salah paham, tetapi setibanya di lokasi malah kembali terjadi cekcok,” katanya.

Usai menusuk korban, MAF pulang ke rumah untuk mengemas pakaian sebelum kabur ke kawasan dekat Istana Bogor, Jawa Barat. Namun pelariannya berakhir kurang dari 24 jam setelah tim gabungan Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Jatiuwung yang dipimpin Iptu Dimas berhasil meringkusnya.

Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, diketahui MAF dan Gilang baru saling mengenal. Pertemuan keduanya bermula ketika pelaku menggadaikan sepeda motor kepada korban. “Uang hasil gadai dipakai pelaku untuk membantu biaya pengobatan adiknya yang mengalami kecelakaan lalu lintas. Untuk urusan itu sebenarnya sudah selesai dan tidak ada kaitannya dengan kejadian ini,” papar Dimas.

Kini MAF mendekam di sel tahanan Mapolres Metro Tangerang Kota untuk menjalani pemeriksaan sekaligus menggali motif pembunuhan berdarah ini lebih lanjut. (Imam/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *