oleh

Meski Suasana Kurang Kondusif, Pemprov DKI Jamin Ketersediaan Sembako di Jakarta untuk 2 Bulan ke Depan Aman

JAKARTA – Meski di tengah suasana kurang kondusif, namun ketersediaan sembako di Jakarta selama dua bulan ke depan dalam kondisi aman. Untuk itu masyarakat diimbau tidak perlu menimbun bahan pangan di rumah yang justru bisa mengganggu stabilitas pasokan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengimbau masyarakat agar tidak perlu melakukan panic buying menyusul aksi unjuk rasa yang terjadi di Jakarta dalam beberapa hari terakhir. “Menimbun sembako secara massal bisa mendorong kelangkaan barang sehingga merugikan masyarakat itu sendiri,” ujar Hasudungan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/9).

Hasudungan menjamin stok pangan strategis di Jakarta, seperti beras, daging, dan telur dalam kondisi aman dan mencukupi hingga dua bulan ke depan.
“Masyarakat tidak perlu borong sembako, karena Pemprov DKI menjamin bahwa ketersediaan pangan kita itu cukup untuk dua bulan ke depan. Stoknya juga memadai,” ujar Hasudungan.

Hasudungan menjelaskan, stok beras di Jakarta saat ini mencapai 303.297 ton, sedangkan kebutuhannya diperkirakan 156.745 ton. Begitu pula dengan daging sapi, di mana stoknya mencapai 40.418 ton dan kebutuhannya hanya 11.999 ton. Sementara itu, stok daging ayam mencapai 74.940 ton melebihi kebutuhan yang sebesar 30.176 ton.

Untuk ketersediaan telur ayam mencapai 21.478 ton, sedangkan kebutuhannya sebesar 19.525 ton. Stok cabai merah keriting 10.641 ton, lebih banyak dibandingkan kebutuhannya yang sebanyak 5.595 ton. Kemudian, stok bawang merah 8.688 ton dan kebutuhannya sebanyak 4.677 ton. Stok bawang putih 8.728 ton melampaui kebutuhannya 3.814 ton. “Jadi, semuanya dalam keadaan kondisi cukup,” katanya.

Terkait distribusi pangan subsidi, Hasudungan memastikan seluruh 213 gerai pelayanan KJP kini telah beroperasi normal. Dua gerai yakni di Pasar Senen dan Poncol yang sempat ditutup karena terdampak unjuk rasa kini telah kembali dibuka. “Titik-titik pangan subsidi yang terdampak unjuk rasa ada dua yang sempat kita tutup tapi sekarang semuanya sudah dibuka. Jadi, ada 213 gerai untuk penukaran pangan subsidi,” pungkas Hasudungan. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *