BOGOR – Hujan deras disertai angin kencang pada Selasa tanggal 10 Maret 2026 sejak sore memicu 16 kejadian bencana di Kota Bogor, Jawa Barat.
Menurut BPBD Kota Bogor, bencana tersebut meliputi tanah longsor, banjir lintasan, dan kerusakan bangunan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyebut kejadian bencana tersebar di beberapa wilayah, dengan Kecamatan Bogor Utara menjadi daerah paling banyak terdampak.
“Beberapa titik banjir terjadi di Blok Paku, Kelurahan Cimahpar, Kelurahan Tanah Baru, dan Katulampa, akibat luapan Sungai Cikeas yang merendam sekitar 15 rumah,” kata Dimas, Rabu (11/3).
Selain banjir, terdapat delapan titik longsor di berbagai wilayah padat penduduk seperti Cipaku, Bondongan, Katulampa, Tegalgundil, Tegallega, hingga Jalan Lolongok di Kelurahan Empang. Longsor tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan, termasuk rumah warga, rusak cukup berat.
“Cuaca ekstrem juga menyebabkan atap rumah warga rusak dan ambruk, antara lain di Kompleks Rimba Bakti (Kelurahan Pasirkuda), Lebak Kantin (Kelurahan Sempur), Kampung Cikaret serta tembok belakang rumah warga di Ceger (Bogor Utara) roboh,” lanjut Dimas.
Meski banyak kerusakan terjadi, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan lereng perbukitan karena potensi bencana masih bisa terjadi. “Kerusakan cukup parah, semua relatif. Hanya saja di Bogor Utara banjir lintasan dampaknya cukup besar,” ucap Dimas. (yopy/jo)








Komentar