oleh

Loker PPSU Membludak, Wali Kota dan Kelurahan Harus Bertanggung Jawab Proses Pendaftaran

JAKARTA – Pelamar Lowongan Kerja (Loker) PPSU (Petugas Prasarana dan Sarana Umum) membludak di Balai Kota, Jakarta Pusat (Jakpus). Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung secara blak-blakan menyatakan, para Wali Kota dan kelurahan diminta proaktif menerima pendaftaran.

“Kami sudah minta para Wali Kota dan kelurahan proaktif menerima pendaftaran. Karena masih banyak para pelamar yang membutuhkan kerja,” ungkapnya kepada Wartawan di Balai Kota kemarin.

Lanjut Politisi PDIP ini juga merespon keluhan pelamar yang dipingpong kelurahan ke Balai Kota, lantaran tidak adanya informasi di tingkat kelurahan.

Orang pertama di Balai Kota Jakarta ini menegaskan, semestinya para Wali Kota bertanggung jawab penuh. “Kami sudah memutuskan dalam rapat bahwa para Wali Kota harus bertanggung jawab dalam proses pendaftaran PPSU,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta membuka 1.652 lowongan petugas PPSU kelurahan. Selain itu, Proses rekrutmen informasinya dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) serta bebas dari praktik pungli.

Untuk lowongan PPSU ini memberikan kesempatan bagi seluruh warga masyarakat, termasuk yang berpendidikan lulusan Sekolah Dasar (SD) untuk mendaftar melalui proses rekrutmen secara ketat dan terbuka dengan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu mengaku, miris lantaran loker PPSU yang sebelumnya dijanjikan Gubernur Pramono saat kampanye kini jadi trending topik publik.

“Sebenarnya loker PPSU ini punya job siapa sih. Kenapa jadi main lempar tanggungjawab,” tanya Victor, Jumat (25/4/2025). (van/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *