oleh

Gegara Sistem Zonasi Prioritas, Nabila Kembali Gagal Sekolah

POSKOTA.CO – Rasa sedih dialami Nabila, bocah 14 tahun ini terpaksa tak bisa mendaftarkan dirinya ikut seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI jalur zonasi prioritas lantaran dokumen persyaratannya tidak mendukung, hasil ia tak bisa sekolah lagi tahun ini.

Sebelumnya Nabila bocah yatim ini tahun kemarin tak bisa sekolah lantaran terbentur biaya dan membuat perhatian pihak Sudin Pendidikan untuk membantu memfasilitasi, kenyataannya tahun ini tak bisa juga.

“Pada bulan Januari 2021 lalu ada petugas Sudin Pendidikan yang datang untuk membantunya, lantaran masalahnya ada di media, tapi malah tahun ini anak saya tak bisa ikut daftar,” tutur Karsem (45), sang ibu yang profesinya sebagai tukang cuci keliling.

Sementara itu, Nabila sangat sedih tak bisa ikut seleksi, melihat rekan sebayanya sudah bersekolah, ia berharap pemerintah mau membantunya.

“Saya pingin sekolah, waktu itu ada petugas datang katanya mau bantu, tetapi malah enggak bisa daftar online,” ucap Nabila sedih.

Karsem yang tinggal di kawasan Batu Tumbuh RW 4 Tugu Selatan ini hanya pasrah dan berserah diri, karena tak punya kemampuan serta kondisi ekonomi yang pas-pasan. Bahkan ia berharap kedua anaknya bisa meraih cita-cita agar membanggakan dirinya.

“Kalau masuk swasta, saya engga ada uang. Makanya anak saya enggak sekolah,” sahutnya.

Sarmada (48), ketua RW 4 Tugu Selatan, Koja membenarkan kondisi ekonomi keluarga Karsem, terkadang menjadi tukang cuci keliling dan tukang cuci piring di warung makan. Ia juga bingung zonasi prioritas seperti apa, padahal di wilayah RW 4 Tugu Selatan ada fasilitas SMP Negeri, kenyataan banyak warganya tak dapat sekolah.

“Saya enggak habis pikir aja, punya sekolah SMP Negeri, tapi warga kami enggak kebagian zonasi prioritas,” ujarnya. (rub)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *