DEPOK – Program pembangunan dalam tahun 2027 masih banyak yang harus dikerjakan sehingga perlu dituntaskan sesuai dengan ajian dari masyarakat di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.
“Anggaran dana pemanfaatan Rp 300 juta dari pemerintah memang sudah namun hasil pertemuan warga di keluarahan ternyata penanganan atau perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), drainase atau saluran air dan penerangan jalan umum (PJU) masih banyak diminta warga, ” kata H. Edi Matsuri, Ketua Fraksi Partai Gerindra Kota Depok saat reses ke warga RW 15 Kelurahan Pancoran Mas, Sabtu malam (31/1).
Kegiatan reses tentunya menjadi bekal bagi seluruh anggota dewan untuk menampunb aspirasi baik kegiatan sosial, fisik, kesehatan, pendidikan dan lainnya yang tentunya berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Menurut dia, program pemberdayaan masyarakat Rp 300 juta tentunya tidak bisa memenuhi kebutuhan wilayah yang notabene nya cukup luas dan penduduknya cukup banyak seperti ada satu RW yang memiliki sepuluh RT tentunya cukup banyak jadi harus dicarikan solusi lain.
Masalahn kegiatan infrastruktur yang skala kebutuhan anggarannya menengah ke atas dan terkait program RTLH tidak masuk dalam mandatory standing program RW 300 juta, katanya.
Melihat begitu banyaknya keluhan dan permintaan dari warga, imbuh dia, maka dirinya memfokuskan kepada perbaikan RTLH, drainase dan lampu penerangan jalan yang banyak dikeluhkan warga.
Sementara itu, Supriyanto, warga RW 15, Kelurahan Pancoran Mas, meminta drainase di Jalan Cagar Alam diperbaiki karena setiap hujan air tidak bisa mengalir hingga meluber ke badan jalan.
Bukan hanya itu, ujarnya sepanjang Jalan Raya Sawangan lampu penerangan mati jadi rawan kecelakaan kalau malam hari. “Seharusnya Pemkot Depok melalui Dinas Perhubungan setiap sebulan sekali memantau lampu di wilayah Depok agar tidak terjadi kejahatan dan kecelakaan lalu-lintas, ” ujarnya. (anton/fs)








Komentar