POSKOTA.CO – Kapolsek Setiabudi, Kompol Arif Oktora merespon cepat instruksi Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran untuk memberantas aksi premanisme yang sangat meresahkan masyarakat.
Dengan sigap, Kompol Arif turun ke jalan dengan berjalan kaki untuk melakukan sosialisasi kepada warga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dirinya menghimbau pelaku usaha agar melapor jika tempat usahanya diganggu preman.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, jika ditemukan adanya bentuk premanisme, agar segera laporkan ke Polsek untuk segera diamankan,” ujarnya saat menyapa warga Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (22/2/2023).
Menurut Kompol Arif, patroli jalan kaki dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan aksi kejahatan. Lulusan Akpol 2010 ini menjelaskan patroli jalan kaki dimaksudkan untuk meningkatkan kehadiran anggota di lapangan. Anggota di lapangan pun diimbau responsif.
“Upaya untuk meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat, sehingga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pencegahan kejahatan,” ujarnya.
Tak hanya melakukan patroli jalan kaki, Lanjut Kompol Arif, dirinya juga berkoordinasi dengan Camat Setiabudi, Jakarta Selatan untuk memetakan lokasi rawan tindak kejahatan di wilayah kerjanya.
“Koordinasi dengan Bapak Camat, tempat, titik-titik kerawanan di wilayah Kecamatan Setiabudi,” ucap mantan Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat ini.
Seperti diketahui, aksi premanisme kian meresahkan masyarakat. Terbaru, seorang anggota kepolisian dimaki-maki oleh debt collector saat menerima laporan penarikan mobil selebgram Clara Shinta.
“Saya lihat ini preman ini sudah mulai agak merajalela di Jakarta. Sampai tadi malam saya tidur jam 3, darah saya mendidih. Itu saya lihat anggota dimaki-maki itu,” pungkas Fadil Imran dalam unggahan video akun Instagram pribadinya. (Imam)







Komentar