oleh

Cegah Pemudik, Polres Bogor Bangun Tujuh Pos Penyekat

POSKOTA. CO – Tidak ingin kasus lonjakan Covid 19 di India terjadi usai perayaan Imlek di sungai Gangga, pemerintah Indonesia memperketat aturan perjalanan jelang masa larangan mudik Lebaran 2021.

Prosedur perjalanan akan semakin ketat bagi masyarakat yang bepergian pada 22 April hingga 5 Mei dan 18 hingga 24 Mei 2021.

Jika sebelumnya, pemerintah hanya mengeluarkan aturan larangan mudik Lebaran 2021 pada 6 hingga 17 Mei 2021. Pengetatan persyaratan tersebut tertuang dalam Surat Edaran nomor 13 tahun 2021 yang terbit pada 21 April 2021.

Di dalamnya tertulis maksud dari SE tersebut yakni untuk mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN). “Selama 14 hari peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 perjalanan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021),” lanjutnya.

Selain itu, tertera pula sejumlah aturan dalam pengetatan selama masa tersebut.

Bagi penumpang transportasi laut dan udara harus menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 maksimal 1×24 jam sebelum perjalanan.

Untuk perjalanan laut atau darat dalam satu wilayah kecamatan, kabupaten, atau provinsi tidak perlu menyerahkan. Namun, akan ada petugas yang melakukan tes antigen secara acak.

Kemudian, para pengguna kereta api juga harus menunjukkan surat negatif tes PCR atau antigen maksimal 1×24 jam sebelum perjalanan. Sedangkan untuk pengguna jalur darat, akan ada petugas yang melakukan tes acak antigen.

Menyikapi hal ini, Polres Bogor mendirikan tujuh titik cek poin penyekatan, untuk mengantisipasi pemudik masuk atau keluar Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Harun mengatakan, penyekatan jalan tersebut merupakan tindak lanjut dari kepolisian Polres Bogor, usai munculnya kebijakan dari pemerintah pusat yang melarang mudik lebaran.

“Untuk titik penyekatan tersebut bakal didirikan di sejumlah ruas jalan yang memang berbatasan langsung dengan daerah lain. Seperti perbatasan wilayah Bogor dengan Kota Bogor, Cianjur, Sukabumi, Depok, Bekasi, Jakarta, dan Tangerang,”kata AKBP Harun.

Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor ini mengatakan, rencananya penyekatan jalan akan dimulai pada 6 hingga 17 Mei 2021 nanti, bertepatan dengan diberlakukan kebijakan larangan mudik pada Lebaran 2021.

“Seperti di kawasan Cibinong, Cileungsi, Puncak, Cigombong, Parung, Cigombong dan Jasinga. Kalau memang poskonya kurang bisa kita tambah, lihat kebutuhan saja,” kata Kapolres.

AKBP Harun menjelaskan, ada dua metode yang akan diterapkan pada pola pengawasan nantinya. Pola pertama bagi masyarakat di wilayah Jadetabek dan kedua orang yang diluar Jadetabek yang akan masuk Bogor.

“Pola pertama bagi pemudik lokal atau Jabodetabek akan diperiksa sertifikat vaksin dan surat negatif antigen,” ujarnya.

Sedangkan, pola kedua bagi pemudik di luar Jabodetabek yang sama sekali tidak diperkenankan melakukan perjalanan, maka akan langsung diminta putar balik.

“Kita lihat dari plat kendaraan, juga pemeriksaan KTP. Bila diketahui ingin mudik, kita langsung putar balik,” tegas AKBP Harun. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *