oleh

Buka Musrenbang, Bima Arya Minta Muspika Bogor Barat Kembangkan Potensi Wisata Alam

 23 total views

POSKOTA.CO – Kecamatan Bogor Barat menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, Selasa (16/2/2021) melalui Zoom meeting.

Musrenbang dibuka secara langsung Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di ruang kerja Balai Kota Bogor, yang sekaligus memberikan arahan dan pesannya.

“Data menunjukkan Bogor Barat sebagai kecamatan yang paling luas dan jumlah penduduk yang paling banyak dalam keberagaman etnis dan agama,” ujarnya.

Wali Kota mengatakan, hal paling utama tentu ingin agar modal yang luar biasa ini tetap akan selalu menjadi berkah bukan menjadi permasalahan. Tak ayal, kata kuncinya tentu saja kolaborasi. Tidak saja antarunsur muspika, tapi kolaborasi bersama seluruh warga dan anggota DPRD.

“Keberagaman itu harus selalu menjadi warna untuk memperkuat kebersamaan dan toleransi,” imbuhnya.

Bima Arya menuturkan, Kecamatan Bogor Barat masih mempunyai tabungan persoalan yang harus diselesaikan yakni terkait persoalan yang dianggap mengusik prinsip-prinsip toleransi keberagaman. Karena itu, menjadi target Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar persoalan ini tuntas lebih cepat dengan mengutamakan dialog untuk memberikan kemaslahatan semua.

“Segala persoalan yang sensitif harus bisa didialogkan, tidak bisa jalan sendiri. Saya mengapresiasi camat, muspika dan kelurahan yang selama ini memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan semua kalangan,” terangnya.

Selain itu, kata dia, di Bogor Barat ini memiliki satu modal yang dicari-cari wilayah lain, apalagi ketika bicara modalitas untuk ekonomi recovery di masa pandemi, yakni modalitas pemulihan ekonomi, pembangunan dan pengembangan ekonomi kawasan yang mana Bogor Barat termasuk kecamatan yang memiliki lahan tersisa untuk bertani dan berkebun.

“Punya potensi untuk mengembangkan perkebunan, wisata alam dan pertanian paling besar di antara yang lain, di Bogor Barat ini saya kira kalau unsur muspika bisa berkolaborasi dengan warga atau pemilik lahan seharusnya bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Tahun ini sudah mulai dilakukan pengembangan kawasan di beberapa titik yang merupakan bagian dari pencanangan secara keseluruhan, yaitu penataan kawasan Situ Gede dan kawasan Situ Panjang. Ia pun ingin penataan ini terintegrasi dan tahapannya dikawal dengan sangat cermat, melibatkan warga, berkolaborasi dan bersinergi dengan OPD.

“Bicara pengembangan kawasan mutlak perlu infrastruktur yang terbaru dan terencana. Khususnya di titik kawasan Situ Gede dan Situ Panjang harus betul-betul diprioritaskan,” tegasnya.

Ia menambahkan, usulan-usulan warga pun agar diprioritaskan terkait dengan pengembangan KWT dan urban farming. Dia meyakini Bogor Barat bisa menjadi lumbung sekaligus benchmarking pengembangan KWT dan Urban Farming di Kota Bogor, mengingat lahannya ada dan animo warga luar biasa. Untuk itu dinas terkait harus memprioritaskan hal ini.

“Saya titip juga agar hal-hal darurat seperti pembangunan infrastruktur atau fisik yang diperlukan untuk mencegah bencana banjir agar diprioritaskan, termasuk usulan penataan kawasan Pancuran Tujuh Cilendek Timur. Dan kepada camat juga persiapkan lokasi pusat kuliner dan sarana olahraga di Pabuaran juga dikawal,” pungkasnya. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *