oleh

Angka Kasus Covid-19 Menurun, Pemkot Bogor Meniadakan Ganjil Genap

POSKOTA. CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) menyepakati beberapa kebijakan baru saat Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Penanganan Covid-19 di Posko Satgas Covid-19, Gedung Eks DPRD, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor.

Kebijakan yang disepakati diantaranya dua Minggu tidak ada Ganjil Genap (Gage) dan memperkuat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, setelah mengevaluasi data seminggu terakhir, yang mana dari semua indikator, data-data menunjukkan tren baik. Mulai dari angka kasus aktif Covid-19 turun dari 1.339 (11,7 persen) menjadi 1.181 (9,8 persen).

Angka kesembuhan naik dari 9.932 (86,7 persen) menjadi 10.698 (88,6 persen). Angka kematian turun menjadi 1,6 persen dari sebelumnya 1,7 persen dan angka ketersediaan tempat tidur (BOR) di Rumah Sakit juga turun dari 48,5 persen menjadi 44,2 persen.

“Dari semua indikator semakin membaik, ini tidak saja dampak dari vaksin yang mungkin sudah mulai bekerja, tetapi juga dampak dari berbagai macam kebijakan Pemkot dan Forkompinda, seperti PPKM Mikro dan Ganjil Genap,” ujar Bima Arya.

Wali Kota menuturkan, karena langkah-langkah kebijakan Pemkot selalu terukur berdasarkan data-data, maka pihaknya selama dua Minggu kedepan meniadakan Ganjil Genap sembari mengevaluasi. Hal ini agar rem dan gas dilakukan tepat sesuai data-data.

“Jadi ada sedikit relaksasi kedepan untuk mendorong ekonomi. Di bulan Februari Rata-rata occupancy hotel 54,87 persen, omset restoran rata-rata menurun 65 persen,  kunjungan ke pasar mulai membaik, jadi dua minggu kedepan tidak ada Ganjil Genap,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga sepakat untuk lebih memperkuat lagi PPKM Mikro. Mulai dari posko, memperkuat koordinasi di lapangan serta akan ada simulasi khusus dengan 36 lurah baru bersama Satgas Covid-19 Kota Bogor.

“Setiap dua minggu semua dievaluasi. Jam operasional tetap tidak berubah, karena instruksi menteri jam 21.00 WIB restoran tutup,” paparnya.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan,  terkait dengan pelaksanaan Ganjil Genap, karena sudah ada trend penurunan dan juga perlu relaksasi ekonomi untuk semua pelaku usaha di Kota Bogor.

Sehingga dua Minggu kedepan tidak ada Ganjil Genap dengan catatan relaksasi ini tidak membuat masyarakat Kota Bogor menjadi tidak disiplin.

“Kalau angka (kasus Covid-1)) naik lagi, maka dua minggu kedepan akan kembali kami laksanakan Ganjil Genap,” tegasnya.

Kapolresta menuturkan, dalam memperkuat PPKM Mikro akan semakin dilibatkan Polisi RW dan ASN pendamping RW.

Hal ini agar pada tingkat RT dan RW semakin berdaya dengan dukungan dinas, TNI dan Polri untuk bisa menekan penyebaran Covid-19 di tingkat lingkungan.

“Klaster perumahan dan klaster lingkungan hasil evaluasi kita menurun, semoga tetap bisa dipertahankan standar protokol kesehatan di daerah pemukiman,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski tidak ada Ganjip Genap, pihaknya masih melakukan pemantauan dengan tetap memberlakukan Crowd Free Road. Pasalnya, jika ada ruas jalan yang padat akan dilakukan penutupan sementara ataupun cara lain untuk mengurangi kepadatan.

“Terbukti setiap pelaksanaan Ganjil Genap, ada penurunan tempat kerumunan,” tegas Kombes Susatyo.

Berdasarkan data, angka Kesembuhan Kota Bogor naik dan lebih tinggi dari angka Jawa Barat (88,5 persen), namun lebih rendah dari Nasional (89,7 persen).

Untuk angka kematian Kota Bogor minggu ini lebih tinggi dari angka Jawa Barat (1,2 persen), namun lebih rendah dari Nasional (2,8 persen).

Sementara angka kasus aktif (masih sakit) Kota Bogor turun dan lebih rendah dari Jawa Barat (18,9 persen) dan Nasional (12,2 persen).

Pada periode PSBMK dan PPKM trend penambahan kasus meningkat, namun pada periode PPKM Mikro terjadi penurunan kasus 8 – 28 Februari terdapat 2.437 kasus turun 28,8 persen dari periode sebelumnya.

Jumlah rata-rata kasus harian Minggu ini turun dibanding minggu lalu dari 113 menjadi 88. Jumlah kasus harian tertinggi 115 dan terendah 90.

Jumlah kasus aktif saat ini 1.181. Diperkirakan jumlah kasus aktif yang memerlukan perawatan di Rumah Sakit 15 persen atau 177 kasus. Dan yang membutuhkan ICU 5 persen atau 59 kasus.

Jumlah swab di Kota Bogor dari 21-28 Februari 2021 berjumlah 623 tes. Kota Bogor hanya melakukan swab pada kontak erat yang bergejala.

Data kesiapan rumah sakit menunjukkan, jumlah Tempat Tidur (TT) isolasi sama dengan minggu lalu 858 TT. BOR RS turun dari 48,5 persen menjadi 44,2 persen.

Sementara jumlah ICU naik dari 49 TT menjadi 50 TT. BOR ICU Naik dari 63,3 persen menjadi 68 persen. BOR Lido turun dibandingkan dengan minggu lalu dari 43 persen menjadi 20 persen. Sementara BOR RS Lapangan turun dari 60,9 persen menjadi 54,7 persen.

Hal lain, data kasus konfirmasi orang tanpa gejala (OTG) kumulatif Maret 2020 – 28 Februari 2021, total ada 2.582 (21 persen), yang masih sakit 103 (4 persen) dan yang masih dirawat saat ini ada tujuh. (yopi/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *