oleh

Penyerangan dan Perusakan Simbol Peradaban

-Komunitas-84 views

POSKOTA.CO – Hukum dan aparaturnya adalah simbol peradaban termasuk penegakkan hukumnya. Hukum sebagai kesepakatan yang memiliki kekuatan politik sosial ekonomi dan berbagai gatra kehidupan lainnya menjadi simbol beradabnya suatu bangsa dan negara. Hukum sebagai simbol peradaban memikiki spirit untuk dpat diberdayakan :

1. Menyelesaikan konflik atau berbagai permasalahan yg kontra produktif secara beradab atau melalui tatanan atau aturan2 yg telah disepakati yg tertuang dalam hukum acara.
2. Mencegah agar tidak terjadi konflik yg lebih luas. Hal ini merupakan suatu upaya bahwa efek atau dampak dari penegakkan hukum atay hasil penegakkan hukum tidak sebatas projustitia atau demi keadilan namun juga dapat dimanfaatkan bagi upaya upaya :

a. Pencegahan
b. Perbaikan infrastruktur dan sistem2 pendukung bagi pelayanan kepada publik
c. Peningkatan kualitas pelayanan kpd publik yg berstandar prima d. Pembangunan atau hal hal yg bersifat visioner problem solving dan penyiapan masa depan yang lebih baik.
3. Memberikan perlindungan pengayoman dan pelayanan kepada korban maupun pencari keadilan. Hukum melayani bagi private, corporate, institusi, kelompok masyarakat maupun bagi negara.
4. Membangun budaya tertib atau budaya patuh hukum
5. Adanya kepastian karena hukum merupakan panglima.
6. Mencerdaskan kehidupan bangsa karena merupakan bagian dari literasi dan edukasi

Kelompok premanisme

Hukum dan penegakkan hukum seringkali tidak dapat berjalan sebagaimana semestinya. Pengabaian atas aturan penyerangan kantor kantor penegakkan hukum maupun petugas penegak hukum ini merupakan perusakkan peradaban. Ikon atau simbol hukum merupakan ikon atau simbol peradaban. Yang tatkala diserang dirusak apalagi menganiaya dg cara brutal terhadap petugas di lapangan ini merupakan suatu hal yg brutal pembodohan dan merusak keteraturan sosial.

Bisa juga dikatakan bahwa ini kebiadaban. Seumpama ada hal yg tidak tepat atau hal yg mengganggu atau timbul rasa ketudak adilan ada mekanismenya yg mewadahi dan bukan main hakim sendiri. Cara cara preman seringkali dipilih dan ujung ujungnya minta maaf dan akan berulang berulang. Apa yg dilakukan dengan gaya preman ini merupakan bentuk pelecehan atas peradaban kemanusiaan dan keteraturan sosial. Apa yg dilakukan dg cara brutal turun kejalan merusak fasilitas publik ini jelas jelas melanggar ham atau hak orang banyak. Mengatasnamakan sesuatu apalagi rakyat seolah apa saja boleh dilakukan.

Hukum ini akan berjalan tatkala perangkat hukumnya aparaturnya lingkungan masyarakat dan infrastruktur dan sistem2 nya saling mendukung. Tatkala masih ada dan banyak peluang memutarbalikkan dan mempermainkan hukum maka siapa yg kuatbakan melibas dan menjadi pemenangnya. Hukum mandul bahkan bisa mati.

Hukum sebagai simbol peradaban akan banyak hal yg digerus terutama yang berkaitan dg sumber daya. Pendominasian pengeksploitasian hingga pemdistribusian sumber daya akan menjadi potensi konflik. Tunggangan para preman ya hal hal primordial untuk mendapatkan legitimasi dan solidaritas. Premanisme mematikan hukum dengan keroyokkan mengatasnamakan rakyat walau merusak keteraturan sosial.

Aparat penegak hukum dengan segala infrastruktur dan segenap sistem2 pendukungnya memerlukan perlindungan dan back up system yg kuat untuk mampu memghalau atau menindak tegas premanisme. Hal hal sepele saja tatkala penegak hukum menindak pelanggaran lalu lintas saja tatkala dilawan dimaki maki atau diabaikan atau bahkan diserang ini sudah pelecehan apa lagi sampai dianiaya sampai dibakar kantor atau dirusak kendsraan atau sistem2 penegakkan hukum lainnya.

Hal ini akanbterus berulang tatkala tidak dimintakan pertangjawaban secara moral, secara hukum, secara administrasi bahkan secara sosial. Hukum memerlukan energi untuk dpat tegak berdiri dan ditaati. Inilah yg dikatakan negara hrs menang dengan preman dan hukum tegak sbg simbol kedaulatan kesatuan persatuan daya tahan daya tangkal bahkan sebagai daya saing. (cryshnanda DL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *