oleh

Pemborong, Tukang Mebel, Pensiunan, Sales Girl Beramai-ramai Bikin Kartu Pers

POSKOTA.CO – Warni warni Bumi Kartini memang unik,wilayah pesisir pantai Utara Jawa yang berbatasan dengan kota Kudus dan Pati jadi ajang patgulipat kepentingan para pihak tertentu.

Kota penghasil ukir yang mendunia itu,kini berubah dari kisi kisi penuh warna dan warni mereka sekarang berhoby bagi para pihak yang antri menggeluti dunia jurnalis,aneh bin ajaib.

Kenapa sih,sebab dunia pers di Jepara saat ini pada posisi peringkat atas pada survai pemerhati dunia pers di Kabupaten Jepara. Mau tahu didalamnya?

Benarkah yang juga pemborong alias rekanan alias kontraktor rame rame bernafsu birahi berkartu pers meski secara fakta tak bisa menulis tidak tahu arti berita bahkan juga tidak tahu tentang materi skil jurnalistik ada lagi yang pensiunan,mereka haus dengan bergabung di dunia PERS yang endingnya menyerang kebijakan pemerintah.

Meski didalamnya ada gerombolan “para begal” penggalangannya mereka dipaksa bergabung di komunitas jurnalistik, ngerinya lagi ada nelayan yang digabungkan serta ber KTA jurnalis?

Ada lagi tukang mebel dengan membayar berapapun di sepakati asalkan mendapatkan kta PERS? yang satu ini punya niatan agar kiriman mebelnya tidak ditolak oleh perusahaan sebab bos perusahaan itu ditakut takuti kartu pers.

Yang mencengangkan lagi adalah adanya sebuah organisasi pers yang isi didalamnya hanyalah kebanyakan para buruh partai besutan Hari Tanoe,mereka secara bergerombol masuk serta rame rame gabung di organisasi pers itu ada apa?

Bahkan juga didalamnya ada kaum hawa yang berprofesi sebagai sales girl dari Jepara Utara yang dipaksa gabung di organisasi jurnalis itu.

Ditubuh organisasi pers itu sendiri memang para kontraktor,rekanan bahkan pemborongpun mengantongi kartu pers bahkan dalam susunan kepengurusan pun hanya dicantumkan namanya saja.

Parahnya lagi para pembesar Jepara di cokot masuk pada organisasi itu,agar dapat proyek? serta nama para pemborong itu juga ada dipapan nama organisasi itu.jika mereka itu pers kenapa pada setiap kegiatan jurnalistik tak pernah terlihat batang hidungnya meliput atau bahkan menulis beritapun gagal total,alias pers tanpa berita,yang jadi lelucon pada struktur papan nama organisasi itu hanyalah sebagai Jonggol belaka.

Kenapa ya?,Rekanan alias kontraktor itu disebut takut jika proyeknya ketahuan menyalahi komitmenya hingga muncul diberitakan oleh wartawan lain,sebab jika mereka yang jadi bahan berita itu mengaku dari pers mesti lain lagi persoalannya.

Ada apa dengan fenomena bumi Kartini? sehingga mereka ramai ramai gabung pada profesi pers saat ini menempati posisi survai yang signifikan?

Benarkah hanya untuk menakuti,gampang cari materi atau bahkan ingin rakus serta serakah menggagahi dapat proyek.?
Jawabnya adalah bertanya pada rumput yang bergoyang. Sebab profesi pers adalah profesi kaum intelektual. (Penulis wartawan sejak 1999).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *