oleh

Petani Kopi Paninjauan Perkuat Produksi dan Pemasaran Digital di Rumah Gadang Piliang

SOLOK – Sekitar 20 hektare kebun kopi di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, diperkirakan mulai memasuki panen raya perdana pada akhir 2026. Mengantisipasi peningkatan produksi tersebut, akademisi dari Universitas Putra Indonesia Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (UPI YPTK) Padang dan Politeknik Aisyiyah Sumatra Barat (Sumbar), mendampingi petani melalui Program Penguatan Produksi dan Pemasaran Digital, agar kopi Paninjauan mampu menembus pasar nasional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim akademisi dari Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang bersama Politeknik Aisyiyah Sumatra Barat melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Skema Kemitraan Masyarakat yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) Tahun 2026.

Selain penyediaan sarana produksi, para petani juga mengikuti pelatihan penggunaan peralatan, teknik pengolahan pascapanen, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran digital yang dilaksanakan di Rumah Gadang Piliang, Nagari Paninjauan pada Sabtu (18/7/2026).

Anggota tim pengabdian, Dr. Muharika Dewi, S.ST., M.Pd.T., dalam sambutannya mengatakan, untuk memasarkan kopi, tidak terlepas dari teknologi dan jejaring pasar yang akan dibangun, agar mampu menghasilkan produk unggulan nagari yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki identitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami ingin kopi Paninjauan tidak berhenti sebagai hasil panen semata, tetapi berkembang menjadi produk unggulan nagari yang memiliki kualitas, identitas, dan nilai ekonomi tinggi. Karena itu, penguatan produksi harus berjalan seiring dengan penguatan pemasaran,” kata Muharika Dewi, melalui rilis yang diterima media ini, Selasa (21/7/2026).

Program pengabdian dengan tema “Revitalisasi Pemasaran Digital dan Penguatan Produksi UMKM Kopi Paninjauan Solok dari Pasar Perantau Menuju Perluasan Pasar Nasional”, bermitra dengan Kelompok Tani Tunas Muda Jorong Kubu sebagai kelompok percontohan dalam penguatan usaha kopi berbasis masyarakat.

Sebagai langkah awal, tim pengabdian menyediakan berbagai peralatan produksi modern di antaranya, mesin roasting berkapasitas 1,5 kilogram, grinder atau mesin penggiling kopi, alat pengukur kadar air, timbangan digital, serta berbagai peralatan pendukung pengemasan produk.

Ketua Kelompok Tani Tunas Muda Afriyanto menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, kehadiran peralatan modern menjadi modal penting bagi petani untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian dari Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang Eliza, S.E, M.Si,, mengatakan, pemasaran digital menjadi salah satu strategi utama dalam memperluas pasar kopi Paninjauan. “Perantau Paninjauan merupakan pasar awal yang sangat potensial. Namun target kami tidak berhenti di sana. Dengan memanfaatkan pemasaran digital, kopi Paninjauan diharapkan mampu menjangkau konsumen nasional sehingga memiliki pasar yang lebih luas dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Wali Nagari Paninjauan Hardi Kardanus berharap program pengabdian dari Perguruan Tinggi mampu memberikan nilai tambah bagi petani. Selama ini, kata Hardi, sebagian besar petani masih menjual kopi dalam bentuk ceri basah sehingga nilai ekonominya relatif rendah. Dengan dukungan teknologi pengolahan, petani diharapkan mampu memproduksi kopi siap konsumsi yang memberikan keuntungan lebih besar.

Melalui sinergi antara Perguruan Tinggi, Pemerintah Nagari dan kelompok tani, Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini diharapkan mampu mendorong lahirnya ekosistem usaha kopi yang lebih kuat, mulai dari budi daya, pengolahan, branding hingga pemasaran digital.

Tim pengabdian yang tediri dari Eliza, S.E., M.Si., Dr. Muharika Dewi, S.ST., M.Pd.T., dan Dr. Ir. Zefriyenni, M.M., berharap kopi tidak lagi dipandang sebagai komoditas pertanian semata, tetapi berkembang menjadi sumber kewirausahaan baru yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat identitas Nagari Paninjauan sebagai salah satu sentra kopi baru di Kabupaten Solok. (*/bu)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *