oleh

Tingkatkan Kapasitas SDM Berbasis Riset, Litbang Unkris Gelar Bimtek Penelitian bagi Para Dosen

JAKARTA – Universitas Krisnadwipayana (Unkris) melalui Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penelitian Unkris-DRTPM/BRIN 2024 bagi para dosen, Rabu (31/01/2024). Kegiatan yang diikuti oleh 100 dosen dari berbagai program studi tersebut digelar untuk menguatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) berbasis riset dan penelitian.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Prof Ir Anton Yudhayana, ST, MT, Ph.D tersebut merupakan hasil kerjasama antara Unkris dengan UAD. Hadir Rektor Unkris Dr. Ir. Ayub Muktiono, MSiP, CIQaR, para Warek, Kepala Litbang Unkris Dr. R. Sihadi Darmo Wihardjo, MA, M.Pd dan para dekan.

Dalam sambutannya, Rektor Ayub mengatakan Bimtek Penelitian Unkris menjadi bentuk sinergi antara Unkris dengan Universitas Ahmad Dahlan guna meningkatkan kemampuan penelitian dosen. “Kegiatan ini salah satu bentuk komitmen kerjasama dengan UAD meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi para dosen yang ada di lingkungan Universitas Krisnadwipayana,” kata Dr Ayub Muktiono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/1/2024).

Ia berharap, usai mengikuti Bimtek Penelitian Unkris, para dosen menjadi lebih tahu trik dan tips-tips untuk bisa lolos dalam program hibah penelitian DRTPM yang akan dibuka pada Maret ini. Sebagai catatan, tahun lalu Dosen Unkris berhasil memperoleh 6 paket hibah penelitian. “Saya berharap tahun ini akan meledak jumlahnya, dari semua fakultas,” katanya.

Menurut Rektor, Lembaga Litbang Unkris yang kini masuk klaster utama memiliki syarat dan kriteria khusus dalam hal kompetisi hibah penelitian DRTPM, salah satunya adalah skor SINTA. Data terakhir menunjukkan baru sekitar 10 persen dosen Unkris yang memenuhi kriteria skor SINTA sebagaimana disyaratkan.

“Karena itu kita akan dorong para dosen untuk melakukan penelitian internal yang nantinya bisa dipublikasikan di jurnal terakreditasi. Penelitian internal ini menjadi harapan untuk bisa mengejar skor SINTA,” tambah Rektor.

Lebih lanjut Rektor mengatakan bahwa mendorong dosen melakukan penelitian merupakan amanah pendiri Unkris. Sesuai akta pendirian Unkris tahun 1954, Unkris menyelenggarakan pembelajaran, penyelidikan (penelitian) dan pengabdian. Penelitian yang diiinginkan pendiri Unkris harus mengandung budi pekerti, tidak meninggalan keinsyafan bathin, dan berfaedah atau bermanfaat bagi masyarakat.

“Jadi saya pesan betul agar dalam kegiatan penelitian, para dosen ingat tiga hal tersebut yakni budi pekerti, keinsyafan bathin dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” kata Rektor.

Pertajam Pemikiran Dosen

Sebelumnya, Kepala Litbang Unkris Dr. R. Sihadi Darmo dalam laporannya mengatakan bahwa bimtek penelitian bagi para dosen merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang sebelumnya telah dilakukan dengan Universitas Ahmad Dahlan, dalam rangka memberikan wawasan, pembekalan pemikiran, dan mempertajam pemikiran dosen sebagai seorang peneliti.

“Sehubungan dengan telah meningkatnya klaster penelitian UNKRIS dari Madya menjadi Utama menjadikan Unkris harus mempertajam lagi kualitas penelitian para dosen misalnya peningkatan sinta skor, memberikan inovasi terhadap luaran penelitian yang dihasilkan,” jelas Sihadi.

Sihadi mengingatkan bahwa sebentar lagi sosialisasi hibah penelitian DRTPM akan segera dibuka. “Menjadi tantangan bagi dosen-dosen Unkris untuk benar-benar menyiapkan diri sehingga bisa menang dalam kompetisi hibah penelitian DRTPM,” tegasnya.

Sihadi juga berharap dalam kompetisi hibah penelitian DRTPM 2024, Unkris dapat berada pada posisi yang positif sehingga mengantar kampus di sisi timur Jakarta ini meraih hibah penelitian dengan angka yang cukup siginifikan di tingkat nasional.

Sementara itu, Prof Anton dalam materinya berjudul “Strategi Peningkatan Sinta Skor Dosen sebagai Syarat Utama Kompetisi Penelitian Hibah DRTPM 2024” membagikan berbagai tips melakukan penelitian.

Menurut Prof. Anton, ada empat hal yang harus diingat sebelum melakukan penelitian, yakni menyiapkan ide dengan mengikuti perkembangan ilmu dan memperhatikan permasalahan di masyarakat, membaca dan mengikuti buku panduan pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, mempelajari peraturan Menteri Keuangan RI tentang Standar Biaya Keluaran (SBK), serta menggunakan Standar Biaya Masukan (SBM) saat menjustifikasi anggaran, meningkatkan kapasitas penelitian, meningkatkan diseminasi hasil penelitian dan perlindungan kekayaan intelektual secara nasional dan internasional.

Anton juga menjelaskan ada tiga skema dasar penelitian yang bisa diikuti oleh para dosen, yakni penelitian dasar, penelitian terapan, dan penelitian pengembangan. Penelitian dasar terdiri atas penelitian fundamental, penelitian kerja sama, penelitian pascasarjana, akan tetapi penelitian dosen pemula sudah tidak bisa mengajukan kembali. Lalu untuk penelitian terapan terdiri atas jalur hilirisasi, jalur kepakaran, dan jalur penelitian produk vokasi. Sedang untuk penelitian pengembangan terdiri atas matching fund (MF).

Anton dalam materinya juga menyampaikan alasan pentingnya hasil penelitian dipublikasikan. Di antaranya untuk standardisasi internasional yang merupakan kebijakan kementerian, kenaikan pangkat, syarat kelulusan, dan identitas akademik. “Siapapun menterinya dan apapun bentuk kebijakannya tidak akan menghilangkan kewajiban menulis artikel ilmiah bereputasi internasional,” tegasnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *