JAKARTA-Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengirimkan perwakilan pegawai untuk menghadiri kegiatan “Zikir dan Doa Kebangsaan” yang menjadi bagian dari rangkaian “Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia” (HUT Ke-81 Kemerdekaan RI). Keikutsertaan tersebut merupakan tindak lanjut atas penugasan Panitia Pelaksana Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI kepada kementerian dan lembaga untuk mengikutsertakan pegawai dalam agenda nasional tersebut.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui surat tertanggal 31 Juli 2026 meminta seluruh satuan kerja di lingkungannya, termasuk UNJ, untuk menugaskan perwakilan pegawai mengikuti kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai bentuk partisipasi dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.

Kegiatan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/26), mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai. Acara dihadiri oleh perwakilan kementerian, lembaga, perguruan tinggi, serta berbagai elemen masyarakat sebagai momentum memanjatkan doa bagi bangsa sekaligus memperkuat semangat persatuan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
UNJ menugaskan 10 pegawai untuk mengikuti kegiatan tersebut, yakni Zamian Ramadhan, Tulus Widodo, Tri Setiawan, Slamet Nugroho, Khoirul Respati Nugroho, Irvandi Harmazi, Agus Purwantoro, Hamdani, Teguh Suhardianto, dan Ihsan Fauzi.
Keikutsertaan tersebut mencerminkan dukungan UNJ terhadap rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi wujud komitmen institusi dalam berpartisipasi pada kegiatan yang memperkuat nilai persatuan, kebersamaan, dan semangat kebangsaan.
Wakil Rektor UNJ Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Prof. Ari Saptono, mengatakan bahwa keterlibatan pegawai dalam kegiatan kebangsaan merupakan bagian dari tanggung jawab institusi sebagai perguruan tinggi negeri yang memiliki peran strategis dalam menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan.
“Partisipasi dalam Zikir dan Doa Kebangsaan bukan sekadar memenuhi undangan kegiatan nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur atas perjalanan bangsa serta meneguhkan komitmen sivitas akademika dalam mendukung pembangunan Indonesia. Nilai-nilai persatuan dan semangat kebangsaan perlu terus dirawat melalui berbagai bentuk partisipasi, termasuk dalam kegiatan seperti ini,” ujar Prof. Ari.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan teladan dalam mendukung agenda-agenda kebangsaan yang memperkuat kohesi sosial.
Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia UNJ, Agus Purwadi, menjelaskan bahwa keikutsertaan pegawai UNJ merupakan tindak lanjut atas Surat Nomor 3097/DST/A.A3/HM.00.08/2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang menginstruksikan seluruh satuan kerja di bawah kementerian untuk menghadiri kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan.
“UNJ menindaklanjuti arahan kementerian dengan menugaskan perwakilan pegawai untuk mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap agenda nasional. Kehadiran pegawai tidak hanya memenuhi penugasan administratif, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kebersamaan, dan pengabdian kepada bangsa,” kata Agus Purwadi.
Kepala Kantor Tata Usaha, Layanan Umum, dan Rumah Tangga UNJ, Syarif Hidayatullah, menambahkan bahwa persiapan keikutsertaan pegawai dilakukan secara terkoordinasi agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik sesuai ketentuan panitia.
“Kami memastikan seluruh aspek administrasi, koordinasi, dan kesiapan peserta berjalan dengan baik sehingga perwakilan UNJ dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib. Partisipasi ini merupakan bentuk dukungan nyata institusi terhadap penyelenggaraan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperkuat semangat kebersamaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” ujar Syarif.
Melalui partisipasi tersebut, UNJ berharap momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari budaya kerja sivitas akademika dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. (fs)







Komentar