JAKARTA – Merespons tantangan global atas kebutuhan infrastruktur yang efisien dan ramah lingkungan, Fakultas Teknik Budi Luhur yang berlokasi di Petukangan Utara, Jakarta Selatan, resmi mengumumkan langkah strategis melalui rebranding menjadi Faculty of Smart and Sustainable Engineering. Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan manifestasi dari komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang mampu menyelaraskan kemajuan teknologi dengan kelestarian alam.
Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Budi Luhur No. K/UBL/REK/000/002/05/2026, tanggal 27 April 2026, rebranding ini menyatukan dua disiplin ilmu teknik, Arsitektur dan Elektro, dalam satu visi besar untuk menciptakan solusi teknik yang cerdas dan berkelanjutan.
Dalam struktur baru ini, setiap Program Studi (Prodi) membawa fokus kompetensi yang sangat spesifik dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Dalam rebranding tersebut, Prodi Arsitektur diarahkan untuk menguasai desain bangunan yang tidak hanya estetis, tetapi juga responsif terhadap lingkungan. Kompetensi utama meliputi penggunaan material ramah lingkungan, efisiensi energi pasif, dan pemanfaatan teknologi Building Information Modeling (BIM) sebagai basis perancangan konstruksi modern. Keberadaan prodi arsitektur di wilayah tropis seperti Jakarta menghasilkan komitmen untuk menekankan studi lebih kepada Tropical Architecture.
Sedang Prodi Teknik Elektro lebih difokus pada kompetensi Smart and Intelligent Engineering. Selama ini, prodi Elektro Budi Luhur University telah memiliki ikon kuat di bidang robotik dan kendaraan listrik. Melalui rebranding komptensi kali ini, prodi elektro menekankan pada pengembangan sistem automasi, Internet of Things (IoT), Electric Vehicle dan sistem energi terbarukan. Melalui kompetensi Intelligent Engineering, mahasiswa dipersiapkan untuk merancang sistem kelistrikan cerdas dan infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung kota masa depan (Smart City).
Inovasi Fasilitas: Peresmian Laboratorium BIM
Sebagai bagian dari peluncuran identitas baru ini, fakultas juga memperkenalkan Laboratorium Building Information Management (BIM) yang mutakhir. Laboratorium ini berfungsi sebagai Living Lab, tempat mahasiswa Arsitektur dan Teknik Elektro berkolaborasi dalam merancang simulasi Digital Twin, menguji performa energi bangunan, dan mengembangkan sistem bangunan pintar terintegrasi. Fasilitas ini didukung oleh infrastruktur teknologi tinggi yang memenuhi standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), menunjukkan dukungan fakultas terhadap industri lokal.
Dekan Fakultas Teknik, Dr. Putri Suryandari, S.T.,M.Ars, mengatakan dunia teknik saat ini tidak lagi berbicara tentang membangun gedung atau sirkuit secara terpisah. Masa depan adalah tentang integrasi. “Dengan menjadi Faculty of Smart and Sustainable Engineering, kami memastikan mahasiswa kami memiliki ‘senjata’ yang tepat—yakni kecerdasan buatan dan prinsip keberlanjutan—untuk memecahkan masalah kompleks di masyarakat. Selain itu, karakter generasi cerdas berbudi luhur adalah dasar filosofi menuju engineer masa depan yang kita persiapkan,” ujar Putri Suryandari pada peluncuran rebranding FT Universitas Budi Luhur.
Tentang Faculty of Smart and Sustainable Engineering
Faculty of Smart and Sustainable Engineering atau Fakultas Teknik Cerdas Berkelanjutan adalah institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada inovasi rekayasa berbasis teknologi cerdas dan prinsip keberlanjutan. Melalui riset yang mendalam dan kolaborasi multidisiplin, fakultas berkomitmen untuk menjadi pionir dalam modernisasi kearifan lokal dan penerapan teknologi konstruksi 4.0 di Indonesia yang akan diakui keberadaannya secara global.
Rebranding ini sesuai dengan langkah global yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh Universitas Budi Luhur yang mengubah brand menjadi Budi Luhur University untuk menapaki lingkungan global dan internasional di bidang Teaching University. (in)







Komentar