oleh

Berlangsung di Universitas Budi Luhur, Konsorsium 11 PTS Prodi Arsitektur Se-Jabodetabek Resmi Memulai Kerja Sama Periode V Bertema “Smart and Sustainable Architectur”

JAKARTA  – Budi Luhur University (BLU) melalui Fakultas Teknik Cerdas dan Berkelanjutan (FTCB) menjadi tuan rumah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Konsorsium Program Studi Arsitektur se-Jabodetabek Periode V (2026–2031). Kegiatan ini menandai kelanjutan kerja sama akademik antar-Program Studi Arsitektur yang telah berlangsung sejak tahun 2011 dan terus berkembang hingga melibatkan 11 perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek.

Kolaborasi makro yang diinisiasi untuk masa bakti lima tahun ke depan hingga 2031 ini, melibatkan sebelas institusi besar, yaitu Universitas Kristen Indonesia (UKI), Universitas Borobudur, Universitas Pancasila, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Budi Luhur, Universitas Bung Karno, Universitas Mpu Tantular, Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN), Universitas Trisakti, Universitas Krisnadwipayana, dan Universitas Persada Indonesia Y.A.I.

Pada periode sebelumnya, konsorsium mengusung tema Green Architecture. Memasuki Periode V, tema kerja sama berkembang menjadi Smart and Sustainable Architecture sebagai respons terhadap perkembangan teknologi, inovasi desain, serta tantangan keberlanjutan lingkungan binaan di masa depan.

Dekan FTCB-BLU, Dr. Putri Suryandari,S.T.,M.ARS dalam sambutannya menyampaikan bahwa konsorsium ini merupakan bentuk nyata semangat kebersamaan antarpenguruan tinggi dalam membangun masa depan pendidikan arsitektur Indonesia yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan global. “Suara dari 11 PTS berupa hasil riset dan rekomendasi teknis mampu mewakili pendidikan tinggi arsitektur nasional agar berdampak bagi bangsa, khususnya masyarakat, praktisi, maupun pemerintah,” katanya, Jumat (29/5/2026).

Sebagai kegiatan perdana pada periode ini, konsorsium akan menyelenggarakan International Conference on Smart and Sustainable Architecture (IN-SSArch) yang akan diawali di Budi Luhur University dan selanjutnya akan dilaksanakan secara bergilir setiap tahun di kampus anggota konsorsium.

Dekan FTCB-BLU menegaskan bahwa International Conference ini merupakan wadah pemikiran tentang arsitektur dan lingkungan binaan dalam merespons krisis iklim global.

Ketua Program Studi Arsitektur, Sri Kurniasih, S.T., M.Ars, selaku tuan rumah penyelenggaraan acara, menggarisbawahi langkah konkret kelanjutan dari penandatanganan ini. “Merupakan suatu kehormatan bagi Prodi Arsitektur-FTCB sehingga dapat menjadi tuan rumah, pertemuan akbar sebelas program studi arsitektur di Jakarta. Kami akan segera menurunkan MoA ini ke dalam dokumen teknis Implementation Arrangement (IA) di tingkat prodi agar aktivitas akademis yang sinergis ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh para dosen dan mahasiswa dalam waktu dekat,” ungkap Sri Kurniasih.

Ketua kegiatan MoA ini, Dr. Ir. Tri Endangsih. M.Ars menyampaikan melalui kerja sama ini, seluruh anggota konsorsium berharap dapat terus memperkuat jejaring akademik dan menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan arsitektur Indonesia yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan berdaya saing global. (in)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *