oleh

Peluang 1,7 Juta Lowongan Kerja, Direktur PLN IP Bongkar Rahasia Sukses Bersaing di Industri Energi

JAKARTA – Perusahaan pembangkitan tenaga listrik, PT PLN Indonesia Power mengungkap potensi 1,7 juta green jobs atau lapangan kerja profesional dari pengembangan proyek transisi energi di Indonesia dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Untuk itu, pihaknya menantang mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) agar bisa mengisi peluang ini dengan baik.

Terlebih, peluang tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari energi surya, angin, panas bumi, sistem penyimpanan baterai, hingga nuklir. “Ini harus diimbangi dengan kesiapan mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi teknis, kemampuan kepemimpinan, serta kecakapan beradaptasi dengan kebutuhan industri,” ujar Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power, Julita Indah pada acara Inpower Talks di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Dalam acara yang digelar Bagian Pengembangan Karir dan Alumni ITPLN itu, Julita menjelaskan, pengembangan pembangkit listrik dalam satu dekade mendatang membuka ruang bagi lulusan ITPLN untuk mengambil peran dalam berbagai proyek energi. Namun, peluang tersebut tidak otomatis menjadi milik lulusan yang hanya mengandalkan ijazah tanpa memperkuat kompetensi.

“Transisi energi membuka peluang kerja besar. Ini diperkirakan menyerap 1,7 juta tenaga kerja profesional. Artinya, bukan tenaga kerja kasar, tetapi tenaga yang punya keahlian tertentu,” kata Julita. Kebutuhan talenta ahli akan semakin beragam seiring berkembangnya teknologi pembangkitan dan sistem kelistrikan. Maka, mahasiswa ITPLN perlu menentukan bidang yang ingin ditekuni sejak masih kuliah.

Julita memaparkan sejumlah bidang yang berpotensi membutuhkan tenaga profesional, antara lain operasi dan pemeliharaan pembangkit, tenaga angin, integrasi sistem dan baterai, panas bumi, hidrogen, co-firing, serta energi nuklir.

Narasumber lain, yakni Dekan Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi (FTBE) ITPLN, Dr. Eri Prabowo, S.T., M.M., M.Kom., IPU., dan dipandu oleh Dr. Andi Makkulau, S.T., M.I.Kom., MT, sebagai moderator. Sejumlah mahasiswa pun antusias mengikuti acara itu hingga tuntas.

Sementara itu, Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan pengalaman praktisi industri menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami tantangan profesional yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di kelas.

Menurut Iwa, penguasaan pengetahuan teknis tetap penting, tetapi perlu dilengkapi pengalaman, kemampuan berpikir, dan keterampilan interpersonal. Kemudahan memperoleh informasi melalui teknologi digital dan kecerdasan buatan membuat mahasiswa perlu lebih serius mengembangkan kemampuan yang tidak cukup dibangun hanya dengan membaca materi. “Knowledge itu gampang. HP saudara-saudara itu semua knowledge ada di situ. Tetapi experience dan pemikiran-pemikiran orang itu sulit didapat,” kata Iwa.

Iwa menegaskan, ITPLN berupaya menyiapkan lulusan yang adaptif, memiliki perspektif global, serta mampu mengembangkan kepemimpinan dan kewirausahaan berbasis teknologi. Kompetensi tersebut dinilai semakin penting seiring perubahan industri energi dan meningkatnya persaingan di pasar kerja.

Inpower Talks menjadi salah satu bentuk kolaborasi ITPLN dan PLN Indonesia Power untuk mempertemukan perspektif akademisi dengan pengalaman praktisi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memetakan pilihan karier, memperkuat kompetensi sejak dini, dan mempersiapkan diri mengambil bagian dalam pengembangan energi Indonesia. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *