oleh

Meritokrasi dan Kemandirian Jadi Napas Pendidikan, SPPB UI dan Tazakka Gelar Weekend Career Class untuk Masa Depan Santri

BATANG – Pondok Modern Tazakka Batang kembali menunjukkan keseriusannya dalam menyiapkan masa depan santri. Bukan hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga tangguh dalam karakter, kepemimpinan, dan kesiapan karier. Hal itu terlihat dalam program pengabdian masyarakat bertajuk “Weekend Career Class: Kenali Dirimu, Temukan Maknamu, Pilih Jalanmu” yang digelar Sekolah PascaSarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia pada 16-17 Oktober 2026. Program ini menjadi ruang sinergi antara dunia perguruan tinggi dan pesantren, untuk membekali santri kelas akhir agar mampu menyinergikan tiga hal penting dalam menentukan karier: Diri, Nilai, dan Peluang.

Acara dibuka secara resmi oleh Pimpinan Pondok Modern Tazakka, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., didampingi oleh K.H. M. Bisri, S.H.I., M.Si., serta jajaran pimpinan pondok lainnya. Kehadiran pimpinan secara lengkap menjadi simbol keseriusan pesantren dalam menyambut kolaborasi ini.

Dalam sambutannya yang penuh makna, K.H. Anang Rikza Masyhadi memaparkan peta jalan dan filosofi pendidikan di Tazakka. Saat ini, pesantren membina 950 santri putra dan telah meluluskan 10 angkatan alumni. Dalam waktu dekat, pembangunan gedung santri putri di area sebelah barat juga tengah disiapkan.

Namun, poin yang paling ditekankan bukan soal jumlah, melainkan soal sistem. K.H. Anang menegaskan bahwa Pondok Modern Tazakka dikelola dengan prinsip meritokrasi. “Di Tazakka, kami tidak menganut sistem semata hubungan kekeluargaan. Siapa yang berprestasi, siapa yang berdedikasi, siapa yang paling mampu memberikan pelayanan terbaik, maka dialah yang akan mendapat tempat untuk menjadi pemimpin,” tegasnya di hadapan santri dan tim SPPB UI.

Menurutnya, kepemimpinan di Tazakka berorientasi pada pelayanan, bukan kekuasaan. Nilai-nilai yang menjadi fondasi adalah kedisiplinan yang ketat, kejujuran, transparansi, dan sistem kelembagaan yang kokoh. Semua diatur melalui sistem, bukan selera pribadi. Inilah yang menjadi bekal karakter bagi santri: bahwa masa depan ditentukan oleh prestasi dan integritas, bukan koneksi.

Prinsip meritokrasi ini sejalan dengan kemandirian ekonomi yang dibangun pesantren. Tazakka secara konsisten mengembangkan unit bisnis mandiri seperti percetakan, laundry,dan toko Roti, bisnis kuliner, serta berbagai unit usaha lain yang seluruh proses produksinya diolah secara mandiri. Santri tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi melihat langsung praktiknya di dalam pesantren.

Mengenal Diri, Membangun Jiwa Santripreneur

Rangkaian materi inti diawali Jumat malam, 16 Oktober 2026, dengan empat sesi yang saling menguatkan. Sesi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, M.Si., M.M., Psikolog, Ketua Kelompok Riset STARS SPPB UI. Membawakan tema “Kenalilah Dirimu Sendiri (Gnōthi Seauton)”, Prof. Reni mengajak santri untuk berhenti membandingkan diri.

Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, M.Si., M.M., Psikolog, Ketua Kelompok Riset STARS SPPB UI menerima cendera mata dari Pimpinan Pondok Modern Tazakka, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D (ist)

Setiap santri, kata dia, diciptakan unik dan istimewa. Dengan mengutip teori keunggulan kognitif Wechsler IQ Distribution, Multiple Intelligences Howard Gardner, hingga Big Five Personality Traits, ia menekankan pentingnya mengenali gaya belajar dan bentuk kejeniusan masing-masing sebagai modal awal memilih karier.

Semangat wirausaha kemudian dibakar oleh Dr. Susetya Herawati, S.T., M.Si.,Pakar Pemberdayaan & Technopreneurship. Melalui materi “Santripreneur & Technopreneur”, Dr. Hera mendorong santri kelas 12 untuk berani memilih jalur wirausaha sebagai karier yang merdeka dan mulia. Dengan jargon “Saya Jual, Saya Lulus, Saya Bebas!”, ia membedah 4 pilar entrepreneur Islami: Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah. Ia juga mengenalkan model edupreneurship berbasis kurikulum Dirosah Islamiyah melalui tiga klaster bisnis yang relevan: Digitalpreneur untuk yang minim modal, Pesantrenpreneur untuk yang berbasis kebutuhan pesantren, dan Sosialpreneur untuk yang berorientasi solusi sosial.

Dimensi spiritual karier diperdalam oleh Iqbal Ibnu Farhan, Lc., Mahasiswa Magister Kajian Islam dan Psikologi SPPB UI. Dalam materi “Makna Hidup dan Karir dalam Islam”, ia menegaskan bahwa menjadi lulusan agama tidak harus selalu menjadi ustadz. Santri bisa menjadi dokter, pengusaha, diplomat, hingga pengambil kebijakan, selama niatnya adalah menghambakan diri kepada Allah dan menjalankan peran sebagai khalifah yang memakmurkan bumi. Kuncinya adalah Itqan, yaitu profesionalisme dan kesempurnaan dalam bekerja.

Sesi malam ditutup oleh Arbar Wijaya, S.Hum., yang membawakan materi realistis bertajuk “Ngobrolin Kerjaan”. Ia memaparkan data BPS tentang tantangan pengangguran, spektrum status kerja, serta enam keterampilan wajib calon pekerja masa depan: komunikasi, literasi digital, disiplin, berpikir kritis, adaptasi, dan keahlian khusus. Ia juga membekali santri dengan kewaspadaan terhadap penipuan lowongan kerja dan literasi pengelolaan keuangan sejak gaji pertama.

Belajar Langsung dari Panggung Profesional

Jika Jumat malam adalah refleksi, maka Sabtu pagi, 17 Oktober 2026, adalah inspirasi. Sesi kedua dikemas dalam Panel Diskusi Interaktif bersama para tokoh profesional dan mahasiswa Program Doktor (S3) SPPB UI.

Para santri berkesempatan berdialog langsung dengan Irjen. Pol. Mohamad Agung Budijono, S.I.K., M.H. (Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri), Irjen. Pol. Arif Makhfudiharto, S.I.K., M.H. (Deputi Deradikalisasi BNPT RI), Ir. H. Rahadi Mulyanto, M.Si. (Sekretaris DMI Jakarta Selatan), Ir. Boy Robyanto, S.T., M.T., M.H. (Direktur Manajemen Risiko PT Pelindo), Aria Kanaka, S.E., M.AK. (Dosen FEB UI), dan Novita Damayanti, S.Ab., M.M., CHRA. (Dosen Manajemen FEB Unsurya).

Diskusi mengalir tentang dinamika kepemimpinan nasional, pentingnya manajemen risiko, etika profesional, hingga tips praktis menghadapi dunia kerja yang penuh ketidakpastian.

Seluruh rangkaian kegiatan ini dikoordinasikan secara apik oleh Fardana Khairzul Haq, S.Fil.I., M.Si., Mahasiswa S3 SPPB UI sekaligus Kepala Departemen SDM PM Tazakka. Pelaksanaan kegiatan ini turut didukung melalui program tanggung jawab sosial dari Pegadaian Peduli dan Bluebird sebagai wujud kolaborasi dalam penguatan pendidikan karakter.

Melalui Weekend Career Class ini, SPPB UI berharap dapat memperkuat karakter santri Tazakka agar semakin kokoh bekal keislamannya, sekaligus siap menjadi pemimpin masa depan yang prestatif, mandiri, dan berdaya saing, sesuai dengan napas meritokrasi yang menjadi ruh pendidikan di Tazakka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *