oleh

Dirjen Dikti Ungkap, Minat Mahasiswa Jadi Wirausahawan Kian Meningkat

POSKOTA.CO-Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nizam mengungkapkan saat ini minat kalangan mahasiswa menjadi wirausahawan terus mengalami peningkatan. Menurutnya sebagai indikatornya makin banyak bermunculan usaha rintisan (startup) di kalangan mereka.

“Ini kabar yang sangat menggembirakan. Sebab makin banyak mahasiswa yang tidak lagi ingin menjadi pegawai. Mereka ingin menjadi wirausahawan,” kata Nizam dalam webinar bertajuk ”Kewirausahaan Orang Muda di Perguruan Tinggi dan Peluncuran Modul Pembelajaran Daring Kuliah Kerja Nyata Tematik Kewirausahaan (KKN TKWU)”, Selasa (24/8/2021).

Menurut Nizam, untuk menjaga semangat wirausaha di kalangan mahasiswa tersebut, perlu didukung oleh ekosistem kampus melalui kebijakan Kampus Merdeka. Dengan cara seperti ini maka mahasiswa yang merintis usaha tidak harus mengorbankan kuliahnya.

Saat ini, perusahaan rintisan di Indonesia menempati peringkat kelima di dunia. Pelaku-pelaku usaha rintisan tersebut sebagian adalah para mahasiswa.

Kampus lanjut Nizam penting untuk membekali mahasiswa dengan tata cara wirausaha. Sehingga ketika terjun berwirausaha, seorang mahasiswa tidak hanya bermodalkan kenekatan tetapi juga ilmu, sehingga tingkat keberhasilan lebih tinggi.

“Ini lah pentingnya program KKN Tematik Kewirausahaan ini,” jelas Nizam.

Diharapkan program KKN Tematik Kewirausahaan dapat dikembangkan luas dan tidak harus digunakan untuk KKN saja. Program tersebut hadir sebelum program Kampus Merdeka, maka dengan Kampus Merdeka mahasiswa memiliki potensi yang luas dengan program pertukaran mahasiswa, magang, penelitian, program kemanusiaan, dan lainnya.

Program kewirausahaan, kata Nizam, menjadi program tersendiri dalam program Kampus Merdeka. Melalui program tersebut, mahasiswa selama satu hingga dua semester dapat menggeluti kewirausahaan sehingga kelak dapat menjadi seorang wirausaha yang sukses.

“Sebelum ada program Kampus Merdeka, perusahaan rintisan mereka berhasil tapi harus drop out, karena ketika berwirausaha mereka harus mengerjakan tugas. Jadi membesarkan perusahaan rintisan hanya sambilan. Maka kuliahnya dikorbankan,” terang dia.

Kondisi itu, tambah Nizam, membuat banyak mahasiswa yang memiliki keinginan menjadi wirausahawan memilih profesi lainnya. Dengan program Kampus Merdeka terbuka luas kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan perusahaan rintisan.

Nizam berharap mitra kunci Kemendikbudristek, seperti USAID dapat memperkuat ekosistem perusahaan rintisan tersebut. Kemendikbudristek juga akan memasukkan modul-modul KKN Tematik Kewirausahaan tersebut dalam Sistem Pembelajaran Daring Indonesia atau SPADA Kemendikbudristek. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *