oleh

Buku Panduan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Diluncurkan Kemendikbud

POSKOTA.CO-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) meluncurkan buku panduan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berjudul “Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi di Era Industri 4.0 untuk Mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka” serta aplikasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, pada Jumat (9/10).

“Buku dan aplikasi ini merupakan panduan dalam menerapkan program MBKM serta panduan bagi para pemangku kepentingan program studi di Indonesia agar dapat merekonstruksi kurikulum yang ada sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Aris Junaidi secara virtual di Jakarta, Jumat (9/10).

Kebutuhan masyarakat serta stakeholder needs, lanjut Aris, menjadi keharusan untuk selalu melakukan evaluasi dan reorientasi kurikulum secara reguler. Apalagi perguruan tinggi dan program studi saat ini ditantang untuk menjadi adaptif dan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.

Terkait dengan buku panduan MBKM, Aris menjelaskan buku panduan ini merupakan edisi yang keempat dan telah disempurnakan berdasarkan kebijakan Kemendikbud terbaru mengenai program MBKM dan hasil evaluasi penerapan kurikulum di berbagai perguruan tinggi selama melaksanakan bimbingan teknis maupun sosialisasi penyusunan kurikulum.

Buku panduan ini juga telah diuji coba pada kegiatan program Kampus Mengajar Perintis (KMP) yang diikuti kurang lebih oleh 2.500 mahasiswa. “Sangat disarankan agar setiap pimpinan PT serta dosen menggunakan buku panduan ini dalam mengembangkan kurikulum yang telah ada saat ini sesuai dengan SN-Dikti serta membekali peserta didik dengan keterampilan hidup melalui implementasi MBKM,” tuturnya.

Sedangkan aplikasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini merupakan salah satu sarana untuk mendorong mahasiswa agar mengikuti proses pembelajaran di luar program studinya melalui beberapa aktivitas.

Diantaranya pertukaran mahasiswa, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, riset/penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan membangun desa/KKN tematik.

Adapun target pengguna aplikasi ini adalah perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, dan mitra atau lembaga yang diharapkan dapat saling berkolaborasi dalam meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa melalui link and match antara lulusan pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan industri.

“Aplikasi ini juga mengakomodir aktivitas mahasiswa dalam program MBKM, mulai dari pendaftaran, penawaran kegiatan, daftar kegiatan, seleksi peserta, aktivitas mahasiswa, pengawasan (monitoring), hingga penilaian,” ungkapnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *