JAKARTA–Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali dipercaya sebagai mitra pelaksana Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2026 yang digelar Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI). Program yang secara resmi dibuka pada Senin (3/8/26) di Aula Kantin Diplomasi, Gedung Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, menjadi salah satu upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui keterlibatan generasi muda dari kawasan Asia Tenggara.
Pembukaan BSBI 2026 diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI dengan dukungan UNJ sebagai mitra pelaksana pembelajaran. Kegiatan pembukaan ini dihadiri jajaran Kemenlu, pimpinan UNJ, para peserta program, serta alumni BSBI.
Mengusung tema “Celebrating Cultural Strength, Inspiring Global Youth”, BSBI 2026 diikuti 12 peserta terpilih yang berasal dari 9 negara anggota ASEAN, yakni Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Selama kurang lebih enam pekan, mulai 3 Agustus hingga 16 September 2026, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran seni dan budaya Indonesia di UNJ. Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung mengenai keragaman budaya Nusantara melalui pembelajaran seni pertunjukan, tradisi, bahasa, hingga interaksi dengan masyarakat.
Kehadiran UNJ dalam program ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung diplomasi budaya Indonesia sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional melalui pendidikan dan kebudayaan.
Acara pembukaan diawali dengan penampilan tari kreasi yang dibawakan alumni BSBI dari berbagai angkatan. Penampilan tersebut memperlihatkan hasil pembinaan program yang selama ini menjadi wadah bagi peserta internasional untuk mengenal sekaligus mempromosikan seni budaya Indonesia di negara masing-masing.
Apresiasi Atas Kepercayaan Kemenlu kepada UNJ
Mewakili Rektor UNJ, Sekretaris Universitas UNJ Prof. Suyono menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kementerian Luar Negeri kepada UNJ sebagai mitra penyelenggara BSBI. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta internasional, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun hubungan antarbangsa melalui pendidikan dan kebudayaan.
“UNJ merasa terhormat dapat kembali untuk kedua kalinya menjadi bagian dari penyelenggaraan Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia. Kami berharap seluruh peserta memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, mengenal keberagaman budaya Indonesia secara lebih dekat, serta menjadi duta persahabatan yang membawa nilai-nilai budaya Indonesia ke negara masing-masing,” ujar Prof. Suyono.
Ia menambahkan bahwa kampus memiliki peran strategis sebagai ruang bertemunya berbagai budaya dan gagasan. Karena itu, keterlibatan UNJ dalam BSBI sejalan dengan upaya internasionalisasi perguruan tinggi sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam membangun hubungan yang harmonis di kawasan.
Sementara itu, Wakil Rektor UNJ Bidang Kerja Sama dan Bisnis, Andy Hadiyanto, mengatakan bahwa pelaksanaan BSBI menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara UNJ dan Kementerian Luar Negeri dalam mengembangkan diplomasi publik berbasis pendidikan dan kebudayaan.
Menurut Andy, selama mengikuti program di UNJ, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai seni dan budaya Indonesia di ruang kelas, tetapi juga berkesempatan berinteraksi secara langsung dengan sivitas akademika dan masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai kehidupan sosial dan budaya Indonesia.
“Melalui interaksi yang terbangun selama program berlangsung, kami berharap peserta dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan masyarakat Indonesia dengan negara-negara ASEAN. Diplomasi budaya akan semakin kuat ketika dibangun melalui pengalaman, persahabatan, dan saling memahami,” kata Andy.
Andy menjelaskan, bahwa peserta BSBI 2026 akan mempelajari sekaligus mempraktikkan berbagai aspek budaya Indonesia, mulai dari seni tari, kuliner, busana tradisional, seni bela diri, bahasa Indonesia, hingga nilai-nilai Pancasila. Seluruh materi dikemas dalam bentuk lokakarya, pelatihan, praktik lapangan, dan pertunjukan seni sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang menyeluruh.
Sejak pertama kali diselenggarakan, BSBI telah menjadi salah satu program unggulan diplomasi budaya Indonesia yang mempertemukan generasi muda dari berbagai negara untuk mempelajari seni dan budaya Nusantara. Melalui dukungan UNJ pada penyelenggaraan BSBI 2026, diharapkan kerja sama pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dengan negara-negara ASEAN semakin erat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertukaran budaya di kawasan. (fs)







Komentar