oleh

Suami-Istri Jualan Sabu Pakai Sistem Tempel

POSKOTA. CO – Mengedarkan barang terlarang, pasangan suami-istri (Pasutri) di Kabupaten Bogor ini diciduk polisi. Keduanya kini berurusan dengan hukum setelah ditangkap atas kasus pengedaran narkotika jenis sabu.

Kapolres Bogor, AKBP Harun mengatakan, kaaus ini terungkap berawal dari penangkapan seorang perempuan.
Dari keterangannya, perempuan ini mengaku, jika dirinya bersama seorang pria yang tak lain suaminya benar mengedarkan sabu.

“Jadi awalnya kami tangkap istrinya. Kami kembangkan lalu kami tangkap suaminya,” kata AKBP Harun kepada wartawan di Mako Polres Bogor, Kamis (29/4/2021).

AKBP Harun mengatakan, transaksi jual beli narkotika yang dilakukan pasutri berinisial AR dan AS ini dilakukan melalui sistem tempel.

Kedua tersangka menurut Kapolres memakai sistem tempel saat berlangsung jual beli dengan tidak bertemu langsung dengan pembeli ini, untuk menghindari kecurigaan polisi.

Barang pesanan berupa, oleh pelaku ditaruh di suatu tempat yang sudah disepakati kedua belah pihak. “Istrinya diperintah oleh suaminya untuk menaruh narkoba pesanan langganannya di suatu tempat. Suami yang berkomunikasi dengan pembeli. Istri yang tempel pesanan,” kata AKBP Harun.

Dari pemeriksaan diketahui, jika narkotika jenis sabu didapatkan pelaku di jejaring sosial Facebook. Setelah order, pengirimannya menggunakan jasa pengiriman barang ditaruh di sebuah barang elektronik sebagai modus transaksi.

“Pengakuan mereka baru tiga bulan melakukan transaksi jual beli tersebut. Sementara suaminya itu adalah residivis dalam kasus yang sama,” ujar Kapolres.

Atas perbuatannya AS dan AR diancam dengan pasal 114 ayat 2 dan 112 dan UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, dengan denda minimal 1 miliar dan maksimal 10 miliar. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *