oleh

Sempat Minta Uang Jajan Anak, Ibu Muda di Tomang Gantung Diri

POSKOTA.CO – Masalah ekonomi yang kerap membelit dalam kehidupan rumah tangga, membuat seorang ibu muda memilih mengakhiri hidup dengan gantung diri.

Peristiwa yang menghebohkan warga RT 08 RW 013 Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, terjadi pada Senin (24/7) pagi sekitar pukul 06:00 WIB. Ny. Aska (35) ditemukan suaminya Willy terlihat tergantung di kamar mandi.

Di lehernya terlilit gesper yang diikat di tiang besi yang sehari hari dipergunakan untuk menyangkutkan handuk ataupun baju.

“Ya, Allah kenapa Aska,” teriak Willy saat pertama kali mendapati istrinya sudah tergantung dengan posisi kedua kaki ditekuk.

Menurut ayah dari Fikri dan Gustav, ia tidak tahu persis jam berapa istrinya itu melakukan perbuatan nekat.

Padahal semalam istrinya sempat nyanyi karokean bersama rekan-rekannya di gang jalan menggunakan alat speaker aktif.

Dirinya pun pulang ke rumah usai mencari obyekan di RW 05 Tomang namun tidak bawa hasil. Willy memang kerja serabutan seperti nyopir dan cari barang rongsokan.

“Saya pulang jam 02 dini hari. Saya lihat istri saya tertidur. Tau saya datang ia bangun dan menanyakan ayah besok ada ga buat jajan anak-anak. Saya jawab ga ada,” jelasnya. Willy mengaku langsung tidur begitu juga istrinya.

Nah sekitar pukul 06:00, mertua Willy yakni Komarudin (59) datang ke rumah untuk meminjam sepeda motor. Hal ini memang rutin dilakukan Udin Gobet, sapaan karibnya untuk absen di kelurahan. Udin Gobet memang bekerja sebagai PPSU.

“Saya ketok pintu kontrakan mantu saya. Kok, lama banget engak dibukain. Padahal biasanya langsung dibuka oleh anak saya Aska,” jelasnya.

Setelah beberapa kali diketuk, baru dibukakan oleh sang mantu yang langsung memberikan kunci. Udin Gobet pun langsung menuju tempat kerjanya. Sementara Willy yang tidak mendapati istrinya di tempat tidur lalu menuju kamar mandi.

“Saya mulai curiga kok pintu ditutup. Padahal selama ini tak pernah,” jelasnya. Willy pun lalu mendobrak pintu kamar mandi dan sudah mendapati istrinya tergantung dengan kedua kaki ditekuk.

Ia kemudian menurunkan tubuh istrinya dengan harapan masih tertolong nyawanya. Warga pun diundangnya untuk ikut memeriksa. “Ya Wil ini mah udah gak ada nyawanya. Saya lalu langsung memotong gesper yang melilit leher istri saya,” jelasnya.

Selang tak lama kemudian Udin Gobet datang kembali dan menyaksikan putrinya sudah terbujur kaku.

Diakuinya kehidupan rumah tangga anaknya memang kurang harmonis karena masalah ekonomi. “Ia saya dengar sering cekcok. Kan, suaminya tidak punya pekerjaan tetap,” katanya.

Kasus ini ditangani Polsek Tanjung Duren. Sejumlah saksi diperiksa untuk dimintai keterangan. (Bu/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *