oleh

Sambo dan Putri Candrawathi Lepas Rindu di Ruang Sidang PN Jaksel

POSKOTA.CO – Terdakwa Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi melepas rindu saat bertemu di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel). Selama ini Ferdy Sambo dan istrinya dipisahkan jeruji besi penjara.

Pasangan suami istri tersangka kasus pembunuhan berencana atas Brigadir Nofrianysah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dipertemukan setelah majelis hakim menggabungkan pemeriksaan saksi untuk dua terdakwa dalam satu persidangan.

Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi berpelukan saat dipertemukan. Mulanya, Sambo dipersilakan masuk dan duduk di samping kuasa hukumnya. Selang beberapa menit, Putri Candrawathi masuk ke dalam ruang sidang utama dan dipersilakan untuk menghampiri suaminya. Putri terlihat menyalami tangan suaminya dan dibalas oleh Sambo dengan mengelus lengan sang istri.

Sementara itu, ibunda Brigadir Yosua, Rosti Simanjuntak, menangis di petsidangan saat menjadi saksi kasus pembunuhan putrinya dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Kata Rosti di depan sidang, nyawa anaknya telah dirampas Ferdy Sambo. Tangisan wanita setengah baya itu pecah terjadi ketika jaksa penuntut umum menanyakan sosok Brigadir Yosua saat kecil.

Kata Rosti bahwa Yosua merupakan anak yang patuh dan hormat ke orang tua. “Dari kecil anak saya paling patuh. Anak paling ceria. Anak yang selalu menggemaskan kepada siapa pun. Selalu hormat kepada siapa pun. Saya menyarankan anak saya agar berbuat baik di mana pun berada,” kata Rosti.

Menurut Rosti, selama hidupnya Yosua tidak pernah menyakiti siapa pun ketika bekerja. Rosti menangis histeris saat menceritakan dugaan pembunuhan yang terjadi. “Sebagai ibu begitu hancur, begitu tersayat hatiku mendengar derita anak saya, terbunuh dengan sadis,” tutur Rosti.

Dikatakan Rosti Simanjuntak, anaknya dibunuh oleh Ferdy Sambo. Padahal Brigadir Yosua setiap harinya mengawal Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sebagai atasannya. “Sangat sakit dan sangat kejam,” tegasnya.

“Anakku dirampas nyawanya dengan sadis di tangan atasannya, Ferdy Sambo yang sudah saya yakini dia sebagai wali yang diberikan dari Tuhan,” imbuhnya. (*/omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *