oleh

Rasain!!! Tujuh Pengedar Uang Palsu Ditangkap, Tersangka Diancam 10 Tahun Penjara

POSKOTA.CO – Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor berhasil mengungkap jaringan uang palsu. Tujuh orang pelaku dibekuk. Bersama pelaku, polisi juga menyita ratusan juta rupiah uang palsu dan uang dolar yang hendak diedarkan ke masyarakat.

Kepada wartawan, Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy mengatakan, terungkapnya jaringan uang palsu ini, setelah adanya informasi, jika ada orang yang menawarkan pekerjaan berupa menukar uang palsu ke uang asli.

Atas informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan adanya upal dalam bentuk rupiah dan dolar yang hendak di pasarkan.

 

“Polres Bogor berhasil mengungkap jaringan kasus peredaran uang palsu dengan menangkap 7 orang tersangka dan barang bukti berupa uang palsu yang akan di edarkan. Upal yang kami sita berupa pecahan Rp100 ribu sebanyak 357.900 lembar, uang palsu pecahan $100 sebanyak 92 lembar, 15 lembar bahan uang palsu $, 1 buah printer, 1 buah mesin pencetak uang, bahan-bahan pewarna buat upal dan 2 motor,”kata AKBP Roland Ronaldy,  Rabu (8/7/2020)

Menurut AKBP Roland, awalnya tim Reserve dan Kriminal Polres Bogor menangkap satu pelaku di daerah Cilebut Sukaraja.

Penyidik lalu mengembangkan kasus ini dan berhasil menangkap pelaku lainnya di wilayah Pabuaran Residen, Kota Tanngerang. Lokasi ini merupakan TKP pembuatan Upal.

Para pelaku di mana empat orang pria dan tiga wanita ini dalam pemeriksaan, diketahui masing-masing dengan inisial AKR (50), RS alias C (43), DS (34) dan SP (51) untuk pelaku pria. Sedangkan pelaku wanita diketahui berinisial RF (48), ESR (47) dan NPN (55).

AKBP Roland menegaskan, uang palsu yang diproduksi oleh para pelaku, belum sempat diedarkan.

“Para pelaku ini memproduksi lebih dahulu. Setelah itu, baru pelaku menawarkan kepada calon pelaku pengedar uang palsu lainnya. Para pelaku menawarkan kepada calon pelaku lain uang palsu dengan komisi besar sebagai daya tarik. Pelaku pencetak upal memanfaatkan situasi moment Pandemi Covid-19. Namun rencana jahat pelaku, kami berhasil menangkap lebih dulu sehingga uang palsu tidak sempat beredar khususnya di wilayah Kabupaten Bogor,”tutur AKBP Roland.

Terhadap para tersangka dijerat Pasal 36 ayat (3) juncto Pasal 26 Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengam ancaman pidana penjara di atas 10 tahun dan pidana denda paling banyak 10 miliar rupiah. Rasain !! (ymd/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *