oleh

Penjambret Kalung Emas Nek Sopiah beserta Penadah, Diringkus

POSKOTA.CO – Satu dari dua tersangka penjambret Oma atau Nenek Sopiah, 85, di Kampung Pondok Serut, Kel. Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (5/8) berhasil ditangkap jajaran tim vipers Polsek Pondok Aren.

“Kami berhasil meringkus satu dari dua pelaku penjambret Nenek Sopiah, 85, di Kampung Pondok Serut, Kel. Pondok Kacang Timur yang berpura pura menanyakan alamat hingga heboh di media sosial,” kata Kapolsek Pondok Aren AKP Riza Sativa didampingi Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren Aiptu Hitler Napitupulu, Rabu (12/8/2020).

Satu pelaku penjambretan yang berhasil diamankan yaitu RZ, 22, sebagai pengemudi motor dan NI, 51, selaku penadah barang curian untuk pelaku dan D, 23, masih dalam pencarian petugas.

Menurut dia, pelaku RZ berhasil diamankan di rumahnya setelah itu petugas langsubg menanyakan barang bukti hasil jambretan kepada pelaku ternyata dijual ke penadah NI yang kemudian ikut diamankan. “Untuk pelaku yang berboncengan dengan RZ yaitu D kini masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Kasus itu bermula saat dua pelaku RZ dan D berpura-pura menanyakan alamat kepada korban nenek Sopiah, 85, di salah satu gang di Kampung Pondok Serut, Kel. Pondok Kacang Timur. Saat korban lengah, salah satu tersangka langsung menjambret kalung emas yang dikenakan korban.

Saat melakukan aksi tersebut ternyata terekam CCTV milik warga sekitar. Setelah mendapatkan laporan adanya aksi penjambretan jajaran tim unit reskrim Polsek Pondok Aren langsung melakukan pengejaran.

“Kami polisi awalnya mengejar tersangka berdasarkan plat nomor kendaraan yaitu Yamaha Aerox warna hitam bernomor B 3920 CJA. Namun ternyata plat nomor itu palsu,” tuturnya karena saat didatangi ke rumah alamat di STNK motor tersebut telah dicuri.

Petugas terus bergerak dan melakukan pendalaman akhirnya, tersangka RZ berhasil ditemukan di kediamannya yang berlokasi di wilayah Babakan, Kota Tangerang. “Pelaku RZ berperan sebagai pengemudi motor dan pelaku D yang melakukan aksi jambret ke nenek Sopiah,” katanya.

Akhirnya RZ pun mengakui perbuatannya dan mengaku telah menjual barang hasil kejahatannya berupa emas seberat 20 gram kepada NI, selaku penadah dengan nilai Rp2,6 juta di Pasae Anyar, Kota Tangerang.

Pelaku RZ dijerat Pasal 363 Ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 9 tahun penjara. Sementara itu tersangka NI dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *