oleh

Pasca OTT KPK, MA Tampak Konsisten Benahi Internal Kelembagaannya

POSKOTA.CO – Mahkamah Agung (MA) kini nampaknya mulai berbenah diri. Apalagi paska penangkapan beberapa Hakim Agung seperti Sudrajad Dimyati, Gazalba Saleh dan beberapa oknum pegawai lainnya dalam OTT KPK, MA terlihat lebih konsisten dalam melakukan pembenahan internal kelembagaannya.

Gazalba Saleh ditangkap terkait dengan penanganan beberapa perkara di MA. Ia resmi ditahan atas dugaan suap pengurusan perkara pidana Koperasi Simpan Pinjam Intidana MA. Ia pun kemudian mengajukan permohonan praperadilan ke PN Jaksel. Permohonannya pun kandas karena dinyatakan tidak diterima atau Niet Ontvankelijke Verklaard (NO).

Atas putusan ini, pengamat hukum Alexius Tantrajaya,SH, M.Hum melihat kalau MA kini benar-benar mulai berbenah diri. “Tampaknya kini MA mulai konsisten dalam melakukan pembenahan internal kelembagaan,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebenarnya apa yang dilakukan MA pasca OTT oleh KPK telah menunjukkan semangat bersama perbaikan organisasi serta sistem dunia peradilan. “Salah satunya adalah tidak dapat diterimanya permohonan praperadilan tersebut,” katanya.

Menurutnya, seharusnya, bila mengingat solidaritas korps sesama profesi, bisa saja hakim mengabulkan permohonan tersebut. “Tapi, ini tidak. Padahal, bisa saja hakim PN Jaksel menjatuhkan putusan yang berbeda,” ucapnya.

Proses Hukum

Hal inilah yang membuktikan kalau MA menyerahkan sepenuhnya proses hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan tidak intervensi dalam perkara yang ditangani pengadilan.

“Malah ketika oknum jajarannya kena OTT, ketua MA, para hakim menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke KPK, dan mereka lebih terpanggil untuk serius berbenah memperbaiki diri,” ujarnya.

Menurut advokat senior ini, pimpinan dan petinggi MA menjadikan peristiwa hukum itu sebagai momentum kebangkitan bersama bagi peningkatan kinerja seluruh instansi peradilan.

“Saya lihat api semangat inilah yang menyala pada diri hakim sehingga solidaritas perlawanan itu tidak terjadi. Coba bayangkan kalau MA melawan, mengatas – namakan independensi dan marwah peradilan, bisa lain ceritanya,” tegasnya.

Dia berpendapat, sikap MA sangat positif bagi upaya pemberantasan korupsi. Sikap demikian itu berikut langkah – langkah perbaikan yang sedang dilakukan perlu didukung oleh berbagai pihak termasuk KPK.

Sikap MA inilah, tambahnya,  mencerminkan semangat reformasi hukum di lembaga peradilan sebagaimana diharapkan masyarakat. “MA tidak melakukan pembelaan atau memberi bantuan hukum pada hakim dan pegawai yang jadi tersangka KPK

“Sebenarnya, kal mau bisa saja melalui kekuasaan yang dimiliki, MA menempuh cara lain, misal mencari-cari celah hukum dari kasus yang terjadi. Namun rupanya, kehendak untuk melakukan perbaikan internal tampak begitu kuat di antara pimpinan dan petinggi MA.

Tepat Langkah

Alexius menilai MA sudah tepat langkah seperti pemberhentian sementara seluruh tersangka, pemeriksaan terhadap atasan langsung para tersangka, peningkatan kerja satuan Tugas Khusus (Satgas) Pengawasan, dan ikrar penguatan Pakta Integritas.

“Khususnya penerapan rotasi dan mutasi besar-besaran, saya kira ini kabar baik luar biasa dan memang harus dilakukan,” tegasnya.

Yang jelas, kita kasih kesempatan MA untuk berbenah. KPK juga perlu mendukung melalui kerja sama yang konstruktif, supaya juga proses penanganan perkara tidak memadamkan semangat aparatur peradilan.

Dia mendukung kebijakan rotasi dan mutasi pegawai diterapkan secara reguler melalui proses yang transparan dan akuntabel. Bersamaan dengan itu, ia mendorong reformasi kelembagaan terus dilakukan Ketua MA sampai tuntas dengan melibatkan semua pihak yang terkait.

“Saya kira sejauh ini MA sungguh-sungguh menjadikan kasus itu momentum perbaikan, tinggal kita lihat sejauh mana konsistensinya,” tegasnya.

Ia meyakini, jika berhasil menjaga konsistensi kelembagaan di bawah semangat reformasi hukum, maka tak butuh waktu lama bagi MA mengembalikan wibawa dan kepercayaan publik.

“Harus dikawal semua pihak dari aspek sistem kelembagaan maupun kualitas putusan hakim,” pungkasnya. (Hbw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.