oleh

Buwas Ancam Pecat Anak Buahnya Jika Terlibat Mafia Beras

POSKOTA.CO– Perum Bulog memastikan fungsi stabilisasi harga pangan khususnya beras terus berjalan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau dikenal Operasi Pasar Beras di seluruh wilayah Indonesia. Dalam kegiatan ini digelontorkan sebanyak 100 ribu ton beras  pada awal Januari 2023 untuk meredam gejolak kenaikan harga beras di pasaran.

“Sesuai arahan Presiden kami  telah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran Bulog untuk memastikan operasi pasar (Program SPHP) yang sudah berjalan lancar di tahun 2022 makin digencarkan lagi guna meredam gejolak harga di pasar,” kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau yang akrab dipanggil Buwas dalam konferensi pers, Jum’at (20/01/2023).

Menurut Buwas, pihaknya mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau meskipun ada kecenderungan dipasaran ada kenaikan harga. Kondisi saat ini belum musim panen raya jadi ketersediaan barang di pasar memang tidak banyak sehingga ada sedikit kenaikan harga. Itu sebabnya diadakan operasi pasar yang berlangsung cukup intensif.

Kebijakan mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton sendiri melalui Perum Bulog bertujuan menahan laju kenaikan harga beras. Dengan adanya impor beras dan pasokan cadangan beras pemerintah (CBP) terpenuhi, maka harga beras di pasaran dipastikan akan terkendali.

Kedatangan beras impor menjadikan stok cadangan beras pemerintah di Bulog kini menjadi 683 ribu ton. Tambahan beras impor semata-mata memperkuat cadangan beras nasional sampai datangnya musim panen raya pada Maret 2023.

“Jumlah ini cukup untuk kebutuhan penyaluran sampai dengan panen raya,” kata Budi Waseso.

Selain mendapatkan tambahan stok beras impor, Bulog juga terus dan aktif memaksimalkan penyerapan pada saat panen raya mendatang. Harapannya semua stok cadangan beras pemerintah pada tahun ini bisa terpenuhi dari produksi dalam negeri sendiri.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemeirntah daerah guna menjaga harga beras di tingkat konsumen tetap berada pada kondisi stabil atau tidak mengalami lonjakan yang tinggi.

Ancam Pecat Anak Buah yang Terlibat Mafia Beras

Dalam kesempatan yang sama Buwas mengatakan, dirinya  tidak akan  segan-segan memecat anak buahnya yang terlibat dalam mafia perberasan. Ia mengaku  geram lantaran praktik mafia telah membuat harga beras Bulog di pasar jadi mahal.

Beras bulog seharusnya bisa didapatkan pedagang dengan harga Rp 8.300 per kilogram. Namun berdasarkan pengakuan pedagang, mereka tidak bisa membelinya dengan harga segitu akibat ada yang memonopolinya.

“Sebagai Mantan Kabreskrim saya tahu persis permainan-permainan seperti itu di Bulog. Saya nggak akan ragu-ragu  memecat anak buah saya yang ikut terlibat permainan semacam itu,” ujarnya.

Atas sikapnta itu Buwas mengaku banyak karyawan Bulog yang tidak suka kepadanya. “Kalau saja saya dicabut ya silahkan. Saya nggak masalah. Tapi selagi ini amanah saya akan lakukan sebaik mungkin,” tegasnya.

Pemecatan karyawan Bulog yang bermain kotor sendiri  telah dilakukannya. Contohnya seperti kasus hilangnya beras Bulog di Sulawesi Selatan dengan alasan sedang dipinjam orang, maka dirinya langsung memecat kepala gudangnya.

“Apapun alasannya itu tetap salah. Dipidana dan dipecat dulu aja,” tegasnya.

Soal praktik mafia perberasan ini bukan hanya  menaikan harga beras saja. Ada juga oknum yang sengaja mencampurkan beras Bulog yang premium dengan kualitas di bawahnya Kemudian beras itu dikembalikan ke Bulog. Karena itu dia curiga jika  praktik kecurangan itu juga ada andil dari karyawan Perum Bulog sendiri. “Ini sering terjadi.” (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.