oleh

Mantan Direktur Teknik Garuda Indonesia Dijemput Paksa KPK

POSKOTA.CO–Mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno dijemput paksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (4/12/2020). Hadinoto dijemput paksa karena sebelumnya mangkir hadir memenuhi panggilan pemeriksaan KPK sebagai tersangka.

Hadinoto tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia. “KPK telah jemput paksa HS selaku tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait PT garuda indonesia,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Jumat (4/12/2020).

Penyidik KPK menjempu Hadinoto secara paksa di rumahnya daerah Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. “Sebelumnya telah dipanggil secara patut menurut hukum, namun mangkir dari panggilan penyidik KPK,” ujarnya.

Hadinoto telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan langsung diperiksa secara intensif oleh penyidik dalam kapasitasnya sebagai tersangka. “Saat ini tersangka akan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” ujar Ali.

Sebelumnya Hadinoto Soedigno telah dipanggil KPK dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia pada Kamis (3/12/2020).

Hadinoto ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2004-2015.

Hadinoto diduga menerima sejumlah uang dari bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo. Uang tersebut untuk memuluskan empat proyek pengadaan pesawat tahun anggaran 2008 – 2013 dari perusahaan Rolls Royce.

Empat proyek tersebut adalah kontrak pembelian pesawat Trent seri 700 dan perawatan mesin dengan perusahaan Rolls-Royce. Kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S.

Kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR). Kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

KPK juga telah lebih dulu menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo‎ sebagai tersangka kasus‎ dugaan korupsi ‎pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia, Rolls Royce.

Emirsyah diduga telah menerima sebesar 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar Amerika Serikat dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

KPK kemudian mengidentifikasi adanya dugaan suap dalam pengadaan pesawat selain jenis Airbus. KPK menduga ada indikasi suap dalam pembelian pesawat jenis Bombardier dan Avions de Transport Regional (ATR). Total suap yang berhasil diidentifikasi KPK sebesar Rp‎100 miliar.(Omi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *