oleh

JPU Mendakwa Fikri Salim Melakukan TPPU Pembangunan Rumah Sakit

POSKOTA.CO–Mantan karyawan PT Jakarta Medical Center (JMC) Fikri Salim didakwa jaksa penuntut umum (JPU) melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus pembangunan rumah sakit Bogor senilai Rp577 juta. Selain itu, terdakwa Fikri Salim juga didakwa terlibat penipuan.

Hal itu disampaikan JPU dalam sidang lanjutan perkara penggelapan atas terdakwa Fikri Salin di Pengadilan Negeri Cibinong, Jawa Barat pada Selasa (13/10/2020). Sidang berlangsung online atau daring dengan terdakwa yang ditahan di Rutan di Cibinong.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dibacakan bergantian JPU Bayu Ika Perdana, SH, Dwinanda, SH dan Anita Dian Wardhani, SH. Dikatakan jaksa bahwa terdakwa Fikri Salim yang ditunjuk oleh PT JMC sebagai pelaksana proyek pembangunan rumah sakit di Cisarua, Kabupaten Bogor, telah menyalahgunaan jabatannya untuk kepentingan pribadi dan orang lain.

“Sebagai pimpinan proyek di PT JMC Fikri didakwa menggelapkan uang pembangunan proyek rumah sakit di Cisarua sebesar Rp577 juta dengan saksi Rina Yuliana, Samsudin dan Zaenuddin,” kata jaksa Anita.

Modus penggelapan dan TPPU menurut jaksa, terdakwa Fikri mengklaim bon-bon yang dikumpulkan melalui saksi-saksi. Kepada Samsudin sebesar Rp165 juta, Zainuddin Rp50 juta dan Rina Yuliana sebesar Rp361 juta.

Selain itu lanjut jaksa, terdakwa Fikri juga membuat nilai lebih dari barang-barang dari harga yang seharusnya. Izin rumah sakit dan ruko yang seharusnya diurus terdakwa ternyata yang keluar adalah izin hotel. Akibatnya, pembangunan rumah sakit terbengkalai. Seusai mendengarkan dakwaan jaksa, Jati Manulang kuasa hukum terdakwa Fikri Salim akan mengajukan keberatan pada sidang mendatang.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *