oleh

Dua Tahun Kasus Kematian Siswi SMK Belum Terungkap, Kini Beredar CCTV

POSKOTA. CO – Hampir dua tahun berjalan, kasus kematian Andriana Yubelia Noven Cahya (18) belum mampu diungkap Polresta Bogor Kota.

Noven tewas mengenaskan dengan luka tusuk di bagian dada. Siswi SMK Baranangsiang ini ditusuk seorang pria saat perjalanan pulang sekolah di turunan anak tangga belakang masjid raya Bogor.

Di tengah ketidak jelasan kasus ini, beredar CCTV penikaman Noven di lokasi kejadian dengan resolusi tinggi di masyarakat.

Beragam tanggapan muncul di masyarakat. Salah satunya dari Help Noven. Melalui koordinator Help Noven, Gregorius B. Djako kepada Poskota.co Rabu (12/8/2020), Gregg mengatakan, Komunitas Help Noven mendesak polisi segera memeriksa teman teman Noven untuk mengenali wajah yang ada di rekaman cctv yang terang benderang tersebut.

“Memeriksa kawan – kawan Noven harusnya sudah menjadi target Polisi pasca beredarnya rekaman CCTV yang jelas dan terang benderang di masyarakat. Tidak ada alasan lagi polisi tidak bisa menangkap pelaku penikaman dan tidak ada alasan tentang CCTV kabur seperti yang dikeluhkan Polisi selama ini,” kata Greg menanggapi polemik di masyarakat terkait CCTV yang beredar belakangan ini.

Menurut Gregg yang juga Ketua Bidang Advokasi DPC PERADI Kabupaten Bogor, kawan-kawan Noven harusnya diperiksa lebih serius dan keterangannya didalami karena merekalah yang paling mungkin mengenal pelaku penikaman.

“Polisi harusnya mulai dari kawan – kawan Noven sendiri dalam mengenali pelaku dalam CCTV karena keterangan mereka penting  untuk mengenali wajah pelaku atau gerak gerik seperti cara jalan, cara berlari dan yang mengenali biasanya teman – teman Noven sendiri,” ujar Gregg

Menurut Gregg, Help Noven adalah komunitas masyarakat yang  selama ini mengawal kasus Noven.

Harapannya, polisi lebih serius mengungkap pelaku penikaman Noven. Beredarnya rekaman CCTV yang sangat jelas wajah pelaku di televisi dalam acara Mata Najwa ( 29/7/2020), Gregg mendesak kepolisian Kota Bogor bergerak menangkap pelaku.

“Dari gambar CCTV  yang dimiliki Mata Najwa, sangat jelas wajah pelaku. Gambar CCTV milik Najwa Shihab, resolusi tinggi. Kalau polisi serius, ini kasus dapat terungkap,” jelas Gregg.

Terkait kasus ini, polisi saat ditanya, berkali-kali menjawab, pelaku dengan inisial S sedang diburu.

Namun hampir dua tahun, polisi belum menangkap pelakunya. Lelaki dengan inisial S menurut Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser kepada wartawan 9 Januari 2019 lalu menegaskan, Polisi memburu pelaku pembunuhan Noven.

Bahkan Kombes Hendri menegaskan, Polisi tinggal menunggu waktu untuk menangkapnya.

“Keberadaannya sudah diketahui, inisialnya S,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser saat ditemui di Mapolres Bogor, Rabu (9/1) lalu.

Bahkan orang nomor satu di jajaran kepolisian Kota Bogor ini mengaku, saat ini S berada di luar kota Bogor. Petugas segera menangkap terduga pelaku tersebut.

“Informasinya begitu. Kata anggota saya, masa anggota saya bohong. Tapi tadi belum ditangkap dan tinggal menunggu dia keluar, dia sedang mengikuti acara,” ucap Kombes Hendri kala itu.

Fakta penunjang dari kasus tewasnya siswi berprestasi yang dimakamkam di Kota Bandung, Kamis (10/1/2019) ini menunjukkan, korban dibunuh di Gang sepi.

Noven tewas usai ditusuk seorang pria di bagian dada kiri. Saat kejadian pada Selasa (8/1) pukul 16.00 WIB, lokasi penusukan di gang Jalan Riau, Baranangsiang, Bogor. Lola’s yang sangat sepi dengan anak tangga menurun.

Gang lokasi penusukan tak jauh dari kos-kosan Noven tinggal. Pelaku sengaja menunggu Noven yang baru pulang sekolah. Hingga akhirnya keduanya berpapasan dan penusukan terjadi.

Pembunuhan Noven terekam CCTV. Aksi pembunuhan yang menimpa Noven terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Pelaku terlihat kamera, menunggu korban yang berjalan di gang.

Saat berpapasan, pelaku menusukkan senjata tajam di bagian dada kiri. Korban terkapar, pelaku langsung lari meninggalkan lokasi.

Korban yang masih mengenakan seragam sekolah tersebut ditemukan warga sekitar pukul 16.00 WIB. Warga mengira pingsan, namun ternyata bersimbah darah dan tak bernyawa.

“Pas saya lihat, ternyata bukan pingsan, itu cewek meninggal. Bajunya penuh darah, katanya ada luka tusuk,” kata Neneng, pedagang nasi yang pertama melihat korban.

Luka tusuk sedalam 22 Cm sesuai hasil otopsi rumah sakit menunjukkan, korban

tewas usai pisau menembus dadanya.

Sadisnya, pisau itu dibiarkan pelaku menancap di dada Noven. Pelaku lalu melarikan diri usia menusuk korban.

“Korban alami luka tusuk di dada sedalam 22 sentimeter, lebar 3 sentimeter,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Agah Sonjaya, Selasa (8/1/2019) kepada wartawan saat itu. (ymd/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *