oleh

Cabuli Belasan Perempuan, Pemilik Distro Dijebloslan ke Penjara

POSKOTA.CO -Diduga telah berbuat cabul pada belasan perempuan, diantaranya masih di bawah umur, seorang pria berisial SNR warga Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan Jawa Timur akhirnya dijebloskan ke sel tahanan Polres Lamongan.

Menurut Kapolres Lamongan, AKBP Harun, modus tersangka adalah menjanjikan korban sebagai foto model pakaian kemudian dilakukan pemotretan.

“Tersangka mengajak atau membujuk korban untuk melakukan foto dan dijadikan model pakaian di toko pakaian atau distro miliknya, dan menawarkan mencoba pakaian dan kaos yang ada di toko tersangka” kata AKBP Harun, Kamis (15/10/2020).

Dijelaskan Harun, tersangka mengukur kaos yang akan digunakan anak korban dengan menempelkan kaos tersebut di badan bagian depan korban, tersangka menyentuh payudara korban, perbuatan tersebut dilakukan beberapa kali.

“Kejadian terhadap beberapa korban dengan cara tersangka menghubungi korban untuk dijadikan model pakaian di toko milik tersangka, pada saat korban ganti baju di ruang ganti tiba tiba pelaku masuk beralasan mengukur pakaian yang akan digunakan korban dan tersangka memegang payudara korban” ungkap Harun.

Berdasarkan laparan sejumlah korban, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan termasuk pemeriksaan para saksi. “Selanjutnya Unit PPA Sat Reskrim Polres Lamongan melakukan penangkapan terhadap tersangka. Hasil pemeriksaan, tersangka diduga melakukan pencabulan terhadap 16 korban, diantaranya adalah korban di bawah umur” papar Harun.

Sedangkan barang bukti yang diamankan petugas berupa sejumlah kaos yang digunakan pengukuran saat kejadian, selambu kain warna ungu muda yang digunakan penutup Fitting room.

Akibat perbuatanya,tersangka dijerat Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.Setiap orang dengan sengaja melakukan, kekerasan atau ancaman kekerasan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan perbuatan cabul.

“Ancaman hukumannya adalah kurungan penjara minimal 9 tahun” pungkas AKBP Harun. (nurqomar/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *