oleh

Bejat, Seorang Ayah Setubuhi Anak Kandungnya

POSKOTA.CO – Aksi bejat yang dilakukan oleh inisial MHM (39) warga Songgom, Kabupaten Brebes yang menuruti hawa nafsunya tega menyetubuhi anak kandungnya, karena tidak tahan dengan nafsu birahinya di saat sang istri bekerja sebagai TKW di luar negeri.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, aksi bejat MHM tersebut diduga dilakukan sejak empat tahun silam hingga akhir 2020 lalu atau mulai dari korban duduk di bangku SMP hingga masuk ke SMK.

Terbongkarnya perbuatan MHM, berawal korban inisial Melati (nama samaran) pada Desember 2020 lalu menemui kerabat dari keluarga ibunya sambil terbata-bata dan mengeluarkan air mata kesedihan, korban menceritakan nasibnya bahwa dirinya sudah tidak memiliki masa depan lagi karena telah disetubuhi oleh ayah kandungnya.

Mendengar cerita korban, pihak kerabatnya sepakat untuk melaporkannya ke pihak polsek setempat.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Brebes Iptu Puji Heriati membenarkan terbongkarnya kasus pemerkosaan tersebut berawal saat korban datang ke rumah kerabatnya untuk menceritakan kebejatan sang ayah kandungnya. Pihak keluarga pun memutuskan untuk melaporkan kasus itu ke polisi.

Setelah mendapatkan laporan, lanjut Iptu Puji, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti. Hingga akhirnya pelaku pun berhasil diamankan di kediamannya.

“Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan. Pelaku juga sudah kami tahan di Mapolres Brebes,” ujarnya, Senin (22/3/2021), saat dihubungi media ini.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, terungkap modus pelaku sebelum melancarkan aksinya, pelaku mengancam akan melakukan kekerasan terhadap korban. Pelaku juga pernah membujuk rayu korban untuk memenuhi nafsu bejatnya.

Dijelaskan Puji, berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku tega menyetubuhi anak kandung sendiri lantaran tak kuat menahan hasrat seksual. Apalagi sejak ditinggal istri menjadi TKW ke luar negeri sejak enam tahun lalu.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Tim Dokter Klinik Pratama Polres Brebes, dapat kesimpulan ada luka lama di kemaluan korban,” jelas Puji.

Puji mengatakan, atas perbuatannya, pelaku akan dikenakan Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (imam/fahroji)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *