oleh

Merkle dari Dentsu, Mengelola Customer Experience dalam Strategi Pemasaran Perusahaan

POSKOTA.CO – Pandemi Covid-19 dan perkembangan teknologi digital yang amat pesat telah mengubah landscape pemasaran di Indonesia. Menurut laporan konsumen Indonesia oleh dentsu Insights, konsumsi online meningkat 70% dalam waktu 60 hari setelah pandemi melanda Indonesia. Sekitar 85% konsumen juga melaporkan perubahan dalam kehidupan sehari-hari seiring pemberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Situasi tersebut tentu menuntut semua perusahaan untuk segera mengadaptasikan strategi pemasarannya agar bisnis melejit dan tumbuh berkembang berkelanjutan. Perusahaan harus tanggap melihat dan membaca tren masa depan. “Perusahaan harus siap berubah dan menyiapkan strategi pemasaran yang sesuai dengan perubahan tersebut,” kata Maya Watono, Country CEO Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia pada peluncuran Merkle secara virtual, Rabu (25/8/2021).

Salah satu bentuk adaptasi pemasaran yang penting adalah penggunaan teknologi digital. Bagi Maya, teknologi digital dengan ciri khas bergerak sangat cepat menuntut kreativitas untuk menciptakan konten-konten yang segar dan menarik. “Sebuah konten pemasaran kadang hanya bertahan 24 jam di media digital dan setelah itu materinya basi,” tambah Maya.

Lebih lanjut Maya menuturkan pelanggan masa kini lebih banyak berinteraksi dengan perangkat selulernya untuk memutuskan membeli sebuah produk. Mereka juga mengharapkan pengalaman yang lebih personal. Hal ini menuntut berbagai merek untuk memiliki analisis 360 derajat terhadap para pengguna, mengkaji data dan menyampaikan pesan yang tepat pada saat yang tepat, serta melalui kanal yang tepat.

Di sisi lain Maya mengaku, tidak semua tim pemasaran dan produk dengan mudah memenuhi harapan pelanggan tersebut. Salah satu sebabnya, sebagian besar perangkat yang tersedia kekurangan satu atau lebih fitur yang diperlukan, atau solusi tersebut tidak diimplementasikan sesuai dengan potensinya.

Inilah yang kemudian mendorong Dentsu Indonesia menghadirkan layanan Merkle untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia. Merkle akan membantu perusahaan untuk mengembangkan pemasaran berbasis internet, menyesuaikan diri dengan perilaku konsumen Indonesia yang banyak bermain pada pasar digital sejak pandemi. Customer experience (CX) menjadi kata kunci penting dari layanan Merkle.

“Saat ini adalah momen yang tepat untuk meluncurkan Merkle di Indonesia karena customer experience telah menjadi komponen bisnis yang penting di Indonesia,” kata Maya.

Merkle sendiri merupakan perusahaan Customer Experience Management (CXM) berbasis data terkemuka yang memiliki spesialisasi dalam memberikan customer experience secara personal secara unik di seluruh platform dan perangkat. Merkle menawarkan strategi pemasaran people-based dan membantu merek dalam menciptakan keunggulan kompetitif lewat hyper-personalized experience di seluruh platform dan perangkat.

Menurut Maya, saat ini telah banyak perusahaan Indonesia di berbagai industri telah memulai strategi CX untuk meningkatkan posisi di pasar dan membuktikan diri bahwa mereka mampu menghadapi tuntutan customer experience yang akan datang di dunia digital. Dan Merkle Indonesia menjadi bagian dari solusi untuk membantu mereka berinovasi dan memetakan strategi CX agar tetap menjadi yang terdepan.

“Kami adalah juara untuk kemajuan yang berarti, membantu klien kami untuk memenangkan, mempertahankan, dan menumbuhkan pelanggan terbaik mereka. Dengan layanan dan solusi terbaik di kelasnya dalam media, CXM, dan kreatif,” katanya.

Sebelum hadir di Indonesia, Merkle telah beroperasi di lebih dari 145 pasar di seluruh dunia dengan lebih dari 48.000 spesialis khusus. Merkle hadir di Indonesia dengan layanan servis CXM ke penawaran bisnisnya bersama dengan Creative dan Media, untuk menciptakan solusi terintegrasi kelas dunia ke dalam tiga lini layanan dengan berbagai merek agensi.

Layanan Merkle bahkan telah membantu puluhan perusahaan terkemuka di dunia untuk meningkatkan performa pemasarannya melalui penggunaan teknologi digital. Seperti di India, sejumlah perusahaan terkemuka dibidang lifestyle, merek mode ritel telah memanfaatkan kemitraan dengan Merkle guna meningkatkan retensi pelanggan pada aplikasi seluler sebesar 30% lewat strategi interaksi yang dinamis.

Tak hanya di India, Merkle juga menjadi andalan banyak perusahaan di Jepang. Memanfaatkan teknologi digital menjadi pilihan tepat perusahaan di negeri Matahari Terbit tersebut untuk menerapkan strategi pemasaran di tengah pandemi Covid-19 yang membuat gerak masyarakat di ruang publik dibatasi.

Merkle akan bergerak bersama 30 ahli (termasuk data scientist, engineer, developer dan konsultan) yang dibangun untuk memberikan sentuhan baru dalam customer journey di Indonesia, serta memperkuat customer experience melalui konsultasi CX, transformasi digital, dan transformasi data.

Diakui Maya, selama lebih dari 30 tahun, 1.000 perusahaan Fortune dan organisasi nirlaba terkemuka telah bekerjasama dengan Merkle untuk memaksimalkan nilai portofolio pelanggan mereka. Warisan agensi dalam data, teknologi, dan analitik membentuk dasar untuk keterampilannya yang tak tertandingi dalam memahami consumer insights yang mendorong strategi pemasaran hyper-personal.

Hal ini dapat menggabungkan kekuatan dalam performance media, customer experience, customer relationship management, loyalitas, dan teknologi pemasaran perusahaan yang mendorong peningkatan hasil pemasaran dan keunggulan kompetitif. Dengan 12.000 karyawan, Merkle berkantor pusat di Columbia, Maryland, dengan 50 lebih kantor tambahan yang tersebar di Amerika Serikat, EMEA, dan juga APAC. Sejak bulan April 2020, Merkle telah menjadi bagian dari dentsu.

Keamanan Data Pribadi

Pada kesempatan yang sama, President Merkle Asia Pasifik, Zhengda “Z” Shen mengatakan peningkatan konsumen digital yang sangat cepat terutama sejak pandemi membuat Indonesia kini menjadi perhatian mata dunia. Fakta ini membuat Merkle sangat bersemangat untuk hadir ke tengah pasar Indonesia dengan solusi digital inovatif.

“Kami hadir membawa kemampuan, pengalaman, dan penelitian kelas dunia ke negara ini. Kami sangat menantikan masa depan ekonomi digital di Indonesia dan ingin berperan pada perjalanan pertumbuhan ekonomi digita di Indonesia,” jelasnya.

Selain didorong oleh pandemi dan peningkatan konsumen pasar digital, hal yang mendorong dentsu Indonesia menghadirkan Markle adalah kebutuhan konsumen akan keamanan data pribadi. Keunggulan ini yang ditawarkan oleh Merkle untuk konsumen di Indonesia.

“Merkle menyediakan model pemasaran yang bertanggungjawab terhadap privasi data konsumen,” tambah Shen.

Lebih lanjut Shen mengatakan lonjakan eksponensial ekonomi digital di Indonesia mendorong urgensi untuk melindungi privasi data secara legal. Sementara pemerintah sedang menyelesaikan RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP), mereka perlu merintis dan sadar mengatur upaya pemasaran mereka dengan pola pikir yang mengutamakan konsumen. Kekhawatiran ini juga selaras dengan cara pemasar menangani efek penghentian cookie pihak ketiga.

Faktor lainnya yang mendorong perubahan landscape pemasaran di Indonesia adalah adanya keanekaragaman, kesetaraan dan inklusi atau DEI. Ini akan menjadi area penting bagi sebagian besar merek multinasional untuk menarik para pelanggan.

“Tim lokal kami sangat terbiasa dengan kebutuhan tersebut. Lebih dari itu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti ‘Berbeda Tapi Tetap Satu’ diciptakan pada abad ke-14 dan ditetapkan sebagai semboyan nasional Indonesia pada tahun 1945,” tukasnya.

Merkle menciptakan keunggulan kompetitif melalui pengalaman pelanggan bersifat people-based yang sangat personal, berdasarkan data, didukung oleh teknologi, dan disampaikan melalui kreativitas. Dengan menambahkan Merkle ke dalam jaringan, dentsu Indonesia telah mengambil satu langkah maju menuju masa depan manajemen pengalaman pelanggan. Manajemen data untuk bisnis sekarang menjadi sangat penting karena konsumen menuntut pengalaman yang mulus dan terhubung.

“Merkle menjadi pilihan terbaik bagi perusahaan di Indonesia yang ingin tumbuh pesat. Karena itu kami mengundang para pengusaha untuk bergabung dalam strategi pemasaran dari Merkle,” tegasnya.

Dentsu International Indonesia, merupakan salah satu jaringan periklanan terbesar di Indonesia dan menjadi bagian dari dentsu international dengan enam merek terkemuka yakni Carat, dentsu X, iProspect, Isobar, dentsu mcgarrybowen, dan Merkle, yang semuanya didukung oleh divisi spesialis dan layanan berskala. Dentsu International membantu klien untuk memenangkan, mempertahankan, dan menumbuhkan pelanggan terbaik mereka dan mencapai kemajuan yang berarti bagi bisnis mereka.

Dengan layanan dan solusi media terbaik di kelasnya, customer experience management (CXM), dan kreatif, dentsu international beroperasi di lebih dari 145 pasar di seluruh dunia dengan lebih dari 45.000 spesialis yang berdedikasi. (inung/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *