oleh

AS Coret Indonesia dari Daftar Negara Berkembang, Daya Saing Dagang Terancam

POSKOTA.CO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencoret Indonesia dari  daftar negara berkembang bersama dengan beberapa negara lainnya.

Dalam kebijakan baru AS yang telah berlaku sejak 10 Februari 2020 tersebut, Indonesia dikeluarkan dari daftar developing and least-developed countries sehingga special differential treatment (SDT) yang tersedia dalam WTO Agreement on Subsidies and Countervailing Measures tidak lagi berlaku bagi Indonesia.

Peneliti Indef Bhima Yudhistira menanggapi kebijakan Presiden Amerika Serikat tersebut mengkhawatirkan akan dampak yang berimplikasi besar adalah dikeluarkannya Indonesia sebagai negara penerima fasilitas generalized system of preference (GSP).

Selama ini banyak pelaku usaha menikmati fasilitas bea masuk yang rendah untuk ekspor tujuan Amerika Serika.

“Mengubah kebijakan perdagangannya dengan mengeluarkan beberapa negara dari daftar negara berkembang dapat berdampak terhadap daya saing pada ribuan jenis produk,” tutur Bhima,  Sabtu (22/2/2020).

Dia berujar GSP tersebut diberikan pada negara berkembang dan miskin. Apabila Indonesia tidak masuk dalam daftar penerima GSP lagi, akibatnya Indonesia akan kehilangan daya saing pada ribuan jenis produk.

Tercatat dari Januari-November 2019, terdapat 2,5 miliar dollar Amerika Serikat nilai ekspor Indonesia dari pos tarif GSP.”Ekspor ke pasar AS terancam menurun, khususnya sektor tekstil dan pakaian jadi,” lanjutnya.

Akibatnya, de minimis thresholds untuk marjin subsidi agar suatu penyelidikan anti-subsidi dapat dihentikan berkurang menjadi kurang dari 1 persen dan bukan kurang dari 2 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) surplus perdagangan Indonesia dengan AS pada Januari 2020 senilai 1,01 miliar dollar Amerika Serikat, angka ini tumbuh dibandingkan dengan surplus periode sama tahun lalu, yakni senilai 804 juta dollar AS.

Data tersebut juga menyebutkan Negara Paman Sam tersebut menjadi negara terbesar kedua pangsa ekspor non-migas Indonesia sebesar 1,62 miliar dollar AS pada Januari 2020. (r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *